Wanita yang Disinggung dalam Alquran karena Berbuat Sia-Sia, Siapakah Dia?
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Wanita yang Disinggung dalam Alquran karena Berbuat Sia-Sia, Siapakah Dia?

Terbit 29 March 2021 | Oleh : Admin | Kategori : alquran / Hadits / Miracle of Quran / prempuan / Raithah binti Amr / wanita


ALLAH SWT berfirman dalam Alquran Surah An-Nahl ayat 92:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)-mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” (QS An Nahl: 92)

Imad Al-Hilali dalam buku Ensiklopedia Wanita Alquran dijelaskan, perempuan yang dimaksud di dalam ayat tersebut adalah Raithah binti Amr. Dia seorang wanita tunagrahita yang ada di Makkah.

BACA JUGA: Wanita dan Perannya dalam Kehidupan, Ini yang Diungkap dalam Alquran

Nama lengkapnya, Ummu Asad Raithah binti Amr. Dia dikenal dengan kepribadiannya yang sia-sia sebagaimana disebutkan dalam Alquran.

Di antara bukti ketidakwarasannya adalah dia suka membuat pintalan benang sepanjang sikunya untuk membentuk gulungan besar. Para pelayannya mengerjakannya dari pagi sampai tengah hari.

Setelah itu, mereka diperintah untuk mengurainya kembali. Demikian Raithah menghabiskan hari-harinya. Maka Allah SWT menjadikan kisahnya sebagai contoh bagi orang-orang Quraisy. Tujuannya, agar mereka tidak seperti Raithah yang melakukan hal sia-sia, yaitu memintal benang namun kembali mengurainya.

BACA JUGA: Kenapa Nama Asli Abu Lahab Tidak Disebutkan dalam Alquran?

Adapun pesan yang dapat ditangkap dari kisah ini, dijelaskan, adalah agar manusia dapat selalu memenuhi janji. Jangan sampai membatalkan janji yang telah disampaikan. Sebab orang yang telah berjanji namun mengingkari merupakan salah satu dari ciri-ciri orang munafik. []

Referensi: Ensiklopedia Wanita Alquran/Karya: Imad Al-Hilali/Penerbit: Qaf Media/Tahun: 2019



Source link

SebelumnyaIman adalah Ucapan dan Perbuatan – Islampos SesudahnyaIni Keutamaan Nisfu Sya’ban Menurut Said Nursi

Berita Lainnya

0 Komentar