SYARAT KEMENANGAN ITU ADALAH TSIQOH
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

SYARAT KEMENANGAN ITU ADALAH TSIQOH

Terbit 20 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / Hikmah / Kisah Nabi / Tsaqofah Islamiyah / Ustadz Uril
SYARAT KEMENANGAN ITU ADALAH TSIQOH

Musa as. bersama pengikutnya dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya, hingga sampai pada suatu tempat dimana tidak ada lagi jalan yang bisa dilalui, karena didepan mereka terbentang lautan sementara di belakang mereka adalah kepungan tentara Fir’aun yang siap untuk membunuh mereka. Kekhawatiranpun mulai muncul dari para pengikut Musa, sebagian mereka mengatakan: “Sungguh kita akan dihabisi oleh mereka, jarak antara kita dan mereka sangat dekat”.

Dalam posisi dan situasi yang sangat terjepit itu, dan kehancuran pun sudah ada di depan mata, Musa as., dengan tanpa keraguan sedikitpun dalam hatinya, yakin bahwa kemenangan dan pertolongan Allah pasti tiba, meskipun tidak tahu bagaimana caranya. Seraya mengatakan: “Sekali-kali tidak (akan tersusul), sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku” (QS Asy Syu’arā’:62).  

Atas perintah dari Allah, Ibrahim as. meninggalkan istri dan anak kesayangannya di sebuah lembah yang tandus, tanpa ada tetangga yang menemaninya, tidak ada tumbuh-tumbuhan yang menaunginya. Ibrahim-pun pergi tanpa melihat mereka, karena tidak tega dengan kondisi yang ditinggalkannya. Hajar berusaha memanggilnya, namun Ibrahim tetap berlalu tak menghiraukannya. Saat itulah Hajar berteriak: “Wahai Ibrahim, apakah ini perintah Allah?”, Ibrahim menjawab: “Ya”. “Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kita”, gumam Hajar dalam hatinya.  

Dalam perjalanan Hijrah ke Madinah, Rasulullah saw. dan Abu Bakar yang menemaninya sempat bersembunyi di dalam gua Ṡur. Orang kafir Quraisy pun megejar mereka berdua hingga sempat mengepung goa tempat persembunyian mereka. Saat itu, Abu Bakar berkata: “Ya Rasulullah, seandainya saja mereka mengarahkan pandangannya ke dalam goa ini, pasti mereka melihat kita”. Dengan penuh keyakinan Rasulullah berkata: “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS At taubah:40).  

Pada saat seluruh kekuatan di dunia berkoalisi dan bersekutu melawan Islam saat perang Ahzab, sementara kaum muslimin dalam kondisi yang sangat tidak berdaya. Justru ancaman yang mematikan dan kondisi kelemahan itu mampu memunculkan ketenangan dan keyakinan yang sangat kuat dalam hati kaum muslimin akan datangnya pertolongan dari Allah. Potret keyakinan mereka diabadikan oleh Allah dalam al Quran:  

“Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, “inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan ke-Islam-an mereka” (QS Al Ahzab:22).  

Tsiqoh

Empat kisah di atas adalah gambaran sikap yakin dan penuh percaya dengan pertongan yang akan diberikan oleh Allah kepada hamban-Nya. Sikap yakin dan penuh percaya yang disebut dengan tsiqoh harus dimiliki oleh setipa muslim, sebagai perwujudan dari keimanannya kepada Allah swt. Sikap itulah yang telah mengantarkan mereka kepada kemenangan, dan dengan sikap itu pula kita akan dimenangkan oleh Allah swt. dan kesuksesan akan menjadi bagian dari kehidupan kita.   

Karena tsiqoh, Musa selamat dari kejaran Fir’aun dan tentaranya yang sangat kuat itu. Karena tsiqoh, Hajar tidak disia-siakan oleh Allah tinggal ditempat yang tandus. Karena tsiqoh, nabi Muhammad dan Abu Bakar selamat dari kejaran orang kafir Quraisy dan sampai di Madinah dengan selamat. Dan karena tsiqoh pula kaum muslimin memenangkan perang Ahzab tanpa kontak senjata.  

Betapa kondisi kita saat ini sangat membutuhkan orang-orang yang tsiqoh dengan Allah, hingga Allah berkenan memenangkan umat Islam. Umat Islam di seluruh dunia saat ini hampir tidak memiliki kekuatan sama sekali, dihinakan, dinodai, dan diinjak-injak kehormatannya. Beberapa gelintir saja orang kafir meninggal di Perancis, seluruh dunia berteriak menuntut keadilan, sementara tak terhitung jumlahnya kaum muslimin dibunuh di Palestina, Siria dan di beberapa tempat yang lain, seluruh dunia bungkam dan membisu.  

Bisa jadi kemenangan untuk umat Islam itu belum diberikan oleh Allah, karena umat Islam belum siap untuk menerima kemenangan. Dan diantara sebab tidak layaknya umat Islam mendapatkan kemenangan, karena mereka belum memiliki tsiqoh dengan Allah beserta seluruh makna yang yang terkandung dalam kata tsiqoh tersebut.  

Tsiqoh dengan Allah menuntut adanya tsiqoh dengan segala sesuatu yang terkait dan mendukungnya. Diantaranya adalah tsiqoh dengan ketentuan dan pertolongan dari Allah, tsiqoh dengan pahala dan penjagaan yang akan diberikan oleh Allah, tsiqoh dengan kesempurnaan sistem yang diturunkan oleh Allah untuk manusia, serta tsiqoh dengan diri sendiri dan para penyeru yang mendakwahkan dan memperjuangkan sistem Allah.  

Sikap tsiqoh yang telah dimiliki oleh kaum muslimin bisa jadi akan tergerus dan sirna jika masih ada diantara kaum muslimin yang memiliki sifat buruk sangka kepada saudaranya. Sikap tsiqoh itu juga akan melemah jika masih ada diantara kaum muslimin yang mengritik atau membicarakan aib saudaranya dengan tujuan untuk merusaknya. Sebagaimana sikap tsiqoh itu akan hancur jika masih ada diantara kaum muslimin yang belum dapat menjaga diri dari melakukan perbuatan yang shubhat lebih-lebih haram.  

Semoga Allah memudahkan kita untuk dapat melakukan seluruh konsekwensi dalam membangun sikap tsiqoh dengan Allah swt., sehingga Dia berkenan membangkitkan dan memenangkan kaum muslimin dari keterpurukannya. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaMENUMBUHKAN TSABAT PADA KEBENARAN SesudahnyaJIDDIYYAH

Berita Lainnya

0 Komentar