Saat Kau Kesulitan Mengamalkan Ilmu
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Saat Kau Kesulitan Mengamalkan Ilmu

Terbit 25 February 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / ilmu / iman / Pena Wanita


Oleh: Riza Febrita (Ummu Zayta)
Kontributor Islampos, tinggal di Bogor, Jawa Barat

MENERIMA ilmu itu butuh iman. Efek dari ilmu itu adalah takut kepada Allah. Bukan malah membuat Allah murka karena menempatkan ilmu tidak pada tempatnya.

Terkadang baru tahu sedikit ilmu, sudah merasa lebih baik, meremehkan dan mudah menjust sana sini. Padahal ilmu Allah itu teramat luas yang sebenarnya banyak perkara yang belum tergali atau tidak diketahui.

BACA JUGA: Jangan Tertipu oleh Nominal

Mungkin banyak teori, menguasai ilmu dan sudah membaca segudang tulisan tapi ternyata tak berbekas sama sekali terhadap amalan. Tujuan ilmu sulit diraih.

Bukankah ilmu itu membuat taat, takut bermaksiat dan jauh dari akhlak tercela.

Mencari ilmu dengan waktu sisa serta banyaknya dosa yang harus ditaubati tentu tak akan sama nilainya dengan orang yang terbiasa sedari kecilnya dengan ilmu dan amal.

Jika mau jujur, sejak kita baligh sudah berapa banyak maksiat yang kita lakukan? Berapa kali kita telah meninggalkan sholat, berapa hari kita meninggalkan puasa atau berapa lama kita tidak menutup aurat ? Karena itu wajar bila kita butuh waktu untuk mengejar semua ketertinggalan atau menanggung konsekuensi dari sebuah kesalahan.

Bukankah bagi orang yang mengaku beriman Allah akan menyegerakan hukuman dan musibah dari setiap kelalaiannya?

Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hamba-Nya, Allah akan menahan adzab baginya akibat dosanya (di dunia), sampai Allah membalasnya (dengan sempurna) pada hari Kiamat.” (HR. At-Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik)

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR. Al-Bukhari).

Sebagian orang tidak mau menyempatkan diri untuk menuntut ilmu, mengkaji Islam atau mengupayakan dirinya dekat dengan Allah dengan dalih tak punya waktu. Akhirnya memilih fokus mengatasi problemnya yang tidak tahu kapan ujungnya.

BACA JUGA: Kau Akan dikenang Sebagai Apa?

Padahal ia lupa bahwa mendekati Allah justru solusi untuk menyelesaikan semua problematikanya. Semakin menjauh semakin bertambah lagi ia harus menerima konsekuensi perbuatannya.

Hakikatnya ketika seseorang disibukkan dengan musibah, Allah sedang membersihkan dosanya. Oleh karenanya bukan malah menghindari jalanNya – yakni membekali diri dengan ilmu-. Akan tetapi menambah kuantitas dan prioritas untuk hal yang diridhoiNya itu.

Sehingga dengan kesungguhan itu Allah akan mudahkan baginya mendapatkan berkah dari ilmu yaitu dimudahkan dalam melakukan amalan yang terbaik.

Wallahu a’lam. []



Source link

SebelumnyaRamadhan Rasulullah di Gua Hira – Islampos Sesudahnya4 Keistimewaan Nabi Adam

Berita Lainnya

0 Komentar