RAHASIA YANG BOLEH DISEBARKAN
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

RAHASIA YANG BOLEH DISEBARKAN

Terbit 28 June 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / Kisah Nabi / Mu'amalah / Tips & Trik / Ustadz Uril
RAHASIA YANG BOLEH DISEBARKAN

Pada dasarnya, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita untuk tidak menampakkan kesuksesan yang kita miliki kepada orang lain, dan lebih baik disembunyikan, karena dikhawatirkan ada orang yang lain yang dengki dan hasud dengan keberhasilan itu. Begitu juga kita dianjurkan untuk menyembunyikan amal kebaikan kita, agar semaksimal mungkin kita dapat menjaga diri dari sifat riyā’ yang dapat menghancurkan nilai dari amal itu sendiri. Namun, ada sejumlah informasi atau data yang menurut Islam tidak boleh dirahasiakan, bahkan wajib hukumnya untuk disampaiakan kepada yang berhak untuk mendapatkan informasi tersebut.  

Pertama: Ilmu yang bermanfaat. Adalah merupakan informasi yang harus disampaikan kepada orang lain, lebih-lebih ilmu yang secara tegas diperintahkan oleh Allah untuk disebarkan dan didakwahkan kepada semua manusia, yaitu ilmu tentang agama. Dalam al Quran, Allah swt. mencela orang-orang yang menyembunyikan keterangan dan petunjuk yang telah diturunkan oleh Allah untuk disampaikan kepada semua manusia (QS Al Baqarah:159).   

Memang dalam ayat tersebut, sasaran asalnya adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah menyembunyikan berita tentang kenabian Muhammad saw., namun dalam kaidah uṣūl fiqh disebutkan bahwa “al ‘ibratu bi ‘umūmil lafdzi lā bi khusūṣis sabab”. Dengan demikian, ayat tersebut juga berlaku untuk umat Islam, sehingga perintah untuk menyampaikan agama kepada semua manusia juga berlaku untuk kita juga. Berdasarkan ayat tersebut, maka ‘Aisyah ra. menyebutkan bahwa tak sedikitpun dari wahyu Allah yang disimpan oleh Rasulullah saw. semuanya telah tuntas disampaikan kepada umatnya. Demikian pula Abu Hurairah pernah berkata: “Seandainya bukan karena ayat tersebut, maka beliau tidak akan meriwayatkan hadis yang sangat banyak itu”, hingga mencapai lebih dari 5000 hadis.  

Dalam sebuah hadis yang disahihkan oleh Albani disebutkan bahwa: “Barang siapa yang ditanya tentang suatu ilmu, kemudia dia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat dia akan diberi siksaan berupa cambuk dari api” (HR Abu Dawud dan Tirmiżi). Namun, dalam menyampaikan ilmu, tidak semua ilmu harus disampaikan kepada semua orang. Demikian pula waktunya, untuk sebuah kemaslahatan, sangat dimungkinkan penundaan penyampaian suatu ilmu jika kondisinya tidak mungkin disegerakan. Dalam masalah ilmu, juga ada fardlu ‘ain dan fardlu kifayah, mempraktekkan bacaan al Quran dengan menggunakan tajwid yang benar hukumnya fardlu ‘ain, namun mengetahui teori ilmu tajwid adalah fardlu kifayah.  

Kategori Rahasia

Kedua: Berita tentang orang-orang fasik yang secara terang-terangan merugikan Islam. Mereka adalah orang-orang yang selalu menyebarkan syubuhat tentang Islam, padahal sama sekali itu bukan bagian dari Islam. Mereka suka membuat fitnah dan informasi yang tidak benar dengan mengatasnamakan Islam, padahal Islam tidak demikian. Mereka dengan mudahnya membalik informasi, misalnya mereka mengatakan, “bahwa orang-orang Islam yang memiliki komitmen dengan Islam itu adalah sumber radikalisme dan terorisme dalam Islam, mereka membahayakan negara dan seterusnya”.   

Padahal sebaliknya, justru para pahlawan yang berjihad melawan penjajah untuk kemerdekaan Indonesia adalah para ulama yang memiliki komitmen ke-Islaman yang tinggi. Sementara orang-orang yang komitmen ke-Islamannya rendah itulah yang mudah diombang-ambingkan dengan keadaan, mereka dapat mengatakan dan melakukan apa saja, baik yang merugikan Islam, masyarakat atau negara sekalipun, hanya untuk memenuhi syahwatnya semata. Bukankah orang yang mudah terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran yang merusak Islam seperti sekuler, liberal, plural dan lain-lain adalah mereka yang komitmen Islamnya rendah?.  

Kegiatan menyampikan kebohongan dan bahaya pemikiran dan perkataan mereka adalah perintah Allah, bukankah Allah telah memerintahkan kepada kita untuk tabayyun tentang kebenaran informasi yang disampaikan oleh orang-orang fasik, siapa mengatakan apa? (QS Al hujurat:6). Bukankah salah satu dari fungsi ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad adalah untuk menunjukkan kebohongan para pembohong dan kefasikan orang-orang yang fasik? (QS Al An’am:55).  

Ketiga: Menyampaikan kesaksian. Diantara informasi yang tidak boleh disembunyikan adalah ketika kita diminta untuk menyampaikan kesaksian. Pada dasarnya, rahasia orang lain tidak boleh diberitahukan kepada orang lain, namun dalam hal kesaksian di pengadilan, karena demi kemaslahatan yang lebih besar, yaitu untuk mengungkap kebenaran, maka menyampaikan rahasia dalam hal ini harus dilakukan. Bahkan tidak boleh ada yang ditutupi dan tidak boleh juga ditambah (QS Al baqarah:283).  

Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk dapat menyampaikan ilmu yang diberikan oleh Allah kepada kita, menjelaskan syubuhat dan kebohongan yang membahayakan Islam dan masyarakat, serta dapat menyampaikan kesaksian yang benar sehingga akan menghasilkan kemaslahatan yang lebih besar buat umat Islam. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaSEJARAH KETELADANAN SesudahnyaSEMANGAT DALAM KEBAIKAN

Berita Lainnya

0 Komentar