Peneliti Ungkap Fakta Mengejutkan Seputar Tidur (2-Habis)
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Peneliti Ungkap Fakta Mengejutkan Seputar Tidur (2-Habis)

Terbit 18 November 2020 | Oleh : Admin | Kategori : alquran / Hadits / ilmu / peneliti / penelitian / Tahukah Anda / tidur


TIDUR, Memantapkan Memori yang telah Terhapus

Para peneliti dari Universitas Chicago menegaskan bahwa ada sejumlah fakta yang dilupakan orang saat melewati hari yang sibuk mungkin akan mengingat kembali apa yang ia kerjakan jika ia tidur setelah itu dalam kondisi baik.

Para peneliti meminta relawan untuk mengingat kata-kata sederhana, dan menemukan bahwa banyak memori mereka gagal menyimpan informasi kata-kata itu di sore harinya. Tapi keesokan harinya mereka bisa tidur dengan nyenyak dan mampu mengingat kembali informasi yang telah mereka ingat dengan sangat lebih baik.

Ini berarti bahwa otak mampu menyimpan memori yang hampir terlupakan melalui waktu malam. Dan ketika diperlukan dari otak untuk mengingat sesuatu yang awalnya diingat dalam kondisi tidak stabil, yang berarti sudah dilupakan oleh orang yang bersangkutan, lalu pada tahap tertentu, otak menempatkan kembali informasi itu secara lebih stabil dan konsisten.

baca juga: Ilmuwan Barat Buktikan Kebenaran Alquran tentang Keluarnya Ruh ketika Tidur

Tapi para peneliti percaya bahwa adalah mungkin untuk kembali ke memori ketidakstabilan menjadi stabil lagi ketika diperlukan. Ini berarti bahwa ingatan dapat termodifikasi dan tersimpan lagi ketika berhadapan dengan pengalaman baru. Masalah ini mungkin menjadikan orang terkejut.

Tapi, apakah alam ini yang sistemnya merancang sistem yang tepat untuk tidur? Apakah keadaan malam yang gelap, yang membuat makhluk hidup cenderung untuk tidur, karena tahu bila tidur berguna untuknya? Kita tidak memiliki jawaban kecuali firman Allah SWT yang menyebutkan,

(وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ)
[الذاريات: 21]

”Dan dalam diri kalian, apakah kalian tidak memikirkan,” (QS. Adz Dzariyat: 21).

Para ilmuwan menegaskan bahwa otak bekerja selama tidur dan menerima informasi lalu menyimpannya. Karenanya, saya menyarankan siapapun yang ingin menghafal al-Quran dengan memanfaatkan teori atau metode mendengarkan al-Quran di saat tidur.

Tidur Mengembangkan Potensi dan Keterampilan

Terkait dengan masalah tidur, para peneliti kini juga mendapatkan banyak fakta ilmiah lain. Misalnya, mereka mengatakan bahwa tidur nyaman, yang dilakukan dengan konsisten, bisa membina dan mengembangkan skill individu, bakat dan keterampilan, khususnya yang berkaitan dengan revitalisasi memori otak dan juga menstimulasi pengembalian memori untuk mengingat apa yang terjadi di masa lalu, bahkan mengingat kembali pemandangan.

Menurut Dr Stefan Fischer, pemimpin tim penelitian: Tidur berguna bahkan sangat diperlukan untuk mencapai tingkat keterampilan yang lebih baik. Neal Standley, mengatakan, “Studi baru menegaskan pentingnya tidur dalam kehidupan manusia dan adalah salah pendapat orang yang mengatakan bahwa tidur hanyalah aktivitas sia-sia dan membuang-buang waktu.”

Allah swt berfirman,

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
[الفرقان: 47]

”Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha,” (QS. al-Furqan: 47).

BACA JUGA: Peneliti Ungkap Dampak Buruk Tidur di Pagi dan Sore Hari

Ayat ini menegaskan manfaat tidur. Sekali lagi, ayat ini diturunkan di zaman tak ada orang yang meneliti tentang tidur, dan kebanyakan orang mengangap bahwa tidur hanyalah kebiasaan yang tak berguna. Tapi al-Quran telah membicarakan hal ini, dengan menjadikan tidur sebagai salah satu keajaiban dan salah satu bukti kekuasaan Allah SWT. Inilah salah satu kemukjizatan al-Quran.

Para ilmuwan Jerman tertarik meneliti fenomena tidur. Mereka mencoba mengambil kesimpulan dari eksperimen yang mereka lakukan. Mereka mengatakan, “Perubahan pada otak mempengaruhi kreativitas dan pengembangan kemampuan dalam proses yang dinamakan gelombang lambat atau slow waves, saat seseorang tidur nyenyak dan terjadi selama empat jam pertama dari siklus tidur.

Penelitian Jerman juga menjelaskan, daya ingat yang akan hilang bersamaan dengan pertambahan usia yang terkait dengan adanya gangguan dan kondisi kurang tidur, khususnya tidur nyenyak yang sangat diperlukan untuk proses mempertajam memori. []

SUMBER: KAHEEL7



Source link

SebelumnyaKetika Kau dan Aku menjadi Kita – Islampos SesudahnyaTatkala Malaikat Penjaga Gunung Mendatangi Rasulullah ﷺ

Berita Lainnya

0 Komentar