Nama Lain Bulan Rajab, Apa saja? – Islampos
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Nama Lain Bulan Rajab, Apa saja? – Islampos

Terbit 29 December 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Bulan Rajab / Hadits / nama / rajab / Tanya Jawab
Nama Lain Bulan Rajab, Apa saja? – Islampos


TANYA: Apa arti nama “Rajab”? Apa ada yang spesial dari bulan tersebut?

Jawab:

Rajab adalah salah satu bulan diantara 4 bulan Haram (suci) yakni Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharram dan Rajab. Selama bulan Rajab terjadi peristiwa Israa Miraj yang merupakan mukjizat nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA: Puasa pada 27 Rajab, Adakah Tuntunannya?

Almarhum cendekiawan Muslim terkemuka, Sheikh Ahmad Ash-Sharabasi, Profesor Kredo dan Filsafat Islam di Universitas Al-Azhar, sebagaimana dikutip dari laman About Islam, menyatakan:

Bulan Rajab adalah salah satu bulan lunar Arab atau Hijriah. Kata rajab berasal dari kata tarjib, yang dalam bahasa Arab berarti pemuliaan. Alasan di balik nama ini mungkin adalah penghargaan tinggi yang biasa diberikan orang Arab pada bulan ini.

Berikut ini beberapa nama lain bula Rajab:

Bulan Haram

Bulan Rajab juga disebut Rajab Al-Haram (bahasa Arab untuk: Rajab Suci), karena ini adalah salah satu dari empat Bulan Suci, di mana pertempuran dilarang. Ini adalah praktik adat dan tradisional yang telah dilakukan selama berabad-abad.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At Taubah: 36)

4 Bulan Suci tersebut adalah  Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharram dan Rajab. Itulah mengapa Rasulullah SAW bersabda:

“Waktu telah kembali ke keadaan semula, seperti ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Tahun itu adalah dua belas bulan, empat di antaranya sakral: Tiga berturut-turut, yaitu, Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharram dan (yang keempat) Rajab (dari suku) Mudar, yang berada di antara Jumada (Thani) dan Sya`ban.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Al Fard

Bulan Rajab juga disebut Rajab Al-Fard (bahasa Arab untuk: Rajab Soliter) karena dipisahkan dari tiga bulan suci berturut-turut lainnya, yaitu, Dzulqaidah, Dzulhijah, dan Muharram; Rajab datang lima bulan setelahnya.

Mudar

Rajab memiliki nama lain, yaitu Rajab Mudar. Menurut sebuah hadits, Nabi bersabda, “Dan (yang keempat) Rajab (dari suku) Mudar, yaitu antara Jumada (Thani) dan Sya`ban.” (Al-Bukhari dan Muslim)

Mudar adalah suku Arab dan Rajab dinamai menurut namanya, karena suku itu dulu sangat menghormati bulan ini dan melindungi kesuciannya.

Bulan Israa Mi’raj

Rajab menjadi saksi terjadinya peristiwa Israa dan Mi’raj, perjalanan malam yang ajaib dan kenaikan Nabi ke langit, yang dengannya Allah Yang Maha Kuasa memberikan perintah shalat.

Allah SWT berfirman:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Isra’: 1)

Peristiwa Isra Mi’raj juga disebutkan dalam QS an Najm ayat 7-18.

BACA JUGA: Dari Rajab ke Sya’ban sampai Ramadhan

Isra dan Mi’raj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Diberikan oleh Allah untuk menguatkan hatinya, dan menunjukkan kepadanya kerajaan langit dan bumi. Itu juga dimaksudkan untuk menghibur Nabi setelah kematian pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah di Tahun Kesedihan, dan setelah penderitaan yang dia alami di Taif di mana orang-orang menyerangnya.

Keajaiban Israa Mi’raj mengingatkan kita pada tanah Palestina yang kini dirampas dan diduduki Israel, Al-Quds (Yerusalem), dan Masjid Al-Aqsa. Peristiwa ini juga harus mengingatkan kita tentang kewajiban kita untuk membebaskan tanah ini dan rakyatnya dari tirani dan penindasan.

Kita harus selalu mengingat hadits Nabi yang menyatakan, “Jangan melakukan perjalanan kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjid saya ini (di Madinah [Masjid Nabawi]), dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.” (HR Muslim)

Ini adalah renungan bagi setiap Muslim, ketika menginjak bulan Rajab dan mengenang Israa Mi’raj. []

SUMBER: ABOUT ISLAM



Source link

SebelumnyaBicara dengan Kata-kata Menyenangkan Termasuk Sedekah SesudahnyaHukum Taubat dan Permasalahannya (1)

Berita Lainnya

0 Komentar