Muslimah, Ini 8 Syarat Penggunaan Kosmetik Sesuai Syariat
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Muslimah, Ini 8 Syarat Penggunaan Kosmetik Sesuai Syariat

Terbit 8 March 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Dunia Wanita / Hadits / kosmetik / Make up / muslimah / wanita


WANITA selalu ingin tampil cantik, demikian juga dengan muslimah. Tampil cantik itu baik, selama dilakukan dengan niat, cara dan tujuan yang baik pula.

Sebuah hadis mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim)

Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim ini menjelaskan bahwa Allah itu menyukai keindahan dan kebersihan .

Allah juga berfirman :

يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ خُذُوۡا زِيۡنَتَكُمۡ عِنۡدَ كُلِّ مَسۡجِدٍ وَّكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا وَلَا تُسۡرِفُوۡا‌ ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُسۡرِفِيۡنَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-A’raf: 31)

Dari ayat tersebut jelas bahwa Allah menyukai keindahan dan kebersihan, sehingga tidak masalah bagi wanita yang menggunakan kosmetik dengan tujuan tersebut, asalkan tidak melanggar ketentuan syariat.

BACA JUGA: Tanpa Kosmetik dan Skincare, Inilah Rahasia Kecantikan Alami Muslimah

Maka, muslimah yang ingin tampil cantik, tentu boleh. Muslimah boleh memanfaatkan make-up atau kosmetik. Namun, tentu dengan tetap berpegang teguh pada syariat Islam yakni tetap berhijab dan tidak tabarujj. Produk kosmetik yang digunakan pun tak luput dari ketentuan syariat, yakni harus halal dan tidak merugikan kesehatan.

Nah, berikut syarat-syarat penggunaan kosmetik bagi muslimah sesuai tuntunan syariat Islam:

Niat menjaga kecantikan dan kebersihan diri untuk ibadah dan menyenangkan suami

Seperti diriwayatkan ath-Thabrani, berkata: “Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.”

Allah SWT berfirman:

لَا يَحِلُّ لَـكَ النِّسَآءُ مِنۡۢ بَعۡدُ وَلَاۤ اَنۡ تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنۡ اَزۡوَاجٍ وَّلَوۡ اَعۡجَبَكَ حُسۡنُهُنَّ اِلَّا مَا مَلَـكَتۡ يَمِيۡنُكَ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ رَّقِيۡبًا

“Tidak halal bagimu menikahi wanita-wanita sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikan mereka menarik hatimu, kecuali wanita-wanita (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan Allah Maha mengawasi segala sesuatu.” (QS Al Ahzab: 52)

Menggunakan bahan yang halal dan dibeli dengan cara halal

“Barangsiapa yang mengumpukan harta dari jalan yang haram, kemudian dia menyedekahkan harta itu, maka sama sekali dia tidak akan memperoleh pahala, bahkan dosa akan menimpanya.” (HR Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban, dan al-Hakim)

Tidak digunakan untuk pamer, kesombongan diri, dan untuk menarik perhatian lelaki yang bukan muhrim

“Sungguh kepala salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani, Baihaqi)

Tidak berpotensi merusak seperti menggunakan bahan bahan berbahaya

Hukum asal daripada sesuatu yang bermanfaat adalah mubah, sedangkan hukum asal dari sesuatu yang membahayakan adalah terlarang.”

Firman Allah:

وَاَنۡفِقُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَلَا تُلۡقُوۡا بِاَيۡدِيۡكُمۡ اِلَى التَّهۡلُكَةِ ۖ  ۛۚ وَاَحۡسِنُوۡا  ۛۚ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…….“. (QS. Al Baqarah: 195)

Tidak dipakai berlebihan

Dari Ibnu Mas’ud ra, bahwa Nabi SAW bersabda: “Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan”

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud: “Jauhkanlah dirimu dari berlebih-lebihan (tanaththu’) dan perpecahan”

Berkata Ibnu Jureij dari `Atho` bin Abi Rabaah: “Mereka dilarang dari sikap berlebih-lebihan dalam segala sesuatu.”

Make up tidak menyerupai orang kafir

Allah berfirman:

“Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku (bertabarruj) seperti orang jahiliah yang terdahulu.” (QS. Al-Ahzab:33)

“Wanita itu aurat, apabila ia keluar (dari rumahnya) setan senantiasa mengintainya.” (HR Tirmidzi, dinilai shahih oleh al-Albani)

BACA JUGA: Muslimah Harus Tahu, 4 Cara Memastikan Produk Skincare dan Kosmetik Aman Digunakan

Memakai untuk merawat apa yang dianugerahkan oleh Allah

Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Kemudian hadis-hadis:

“Kesucian adalah syarat iman.” (HR. Muslim)

“Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih/suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang yang suci.” (HR. Baihaqi).

”Fitrah manusia ada lima, yaitu dikhitan, mencukur rambut kemaluan, mengunting kumis, memotong kuku (tangan dan kaki), serta mencabuti bulu ketiak.” (HR. Bukhari)

“Wahai Abu Hurairah, potonglah kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat kuku-kuku yang panjang.” (HR. Ahmad)

Penggunaan kosmetik disertai dengan menjaga diri seperti memakai pakaian dan jilbab sesuai syariat islam

Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakka perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka,atau wanita-wanita mereka, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.’” (QS. An-Nuur : 31) []

 



Source link

SebelumnyaBelum Cukupkah Kita Menyia-nyiakan Waktu? SesudahnyaKetika Surga Tak Bisa Dilihat

Berita Lainnya

0 Komentar