Mungkin Ayah Bukan Orang Baik-baik?
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Mungkin Ayah Bukan Orang Baik-baik?

Terbit 28 November 2020 | Oleh : Admin | Kategori : anak perempuan / fathering / Hadits / Note / Poligami / sahabat


Oleh: Saad Saefullah

PERCAKAPAN barusan sore dengan anakku perempuan, 13 tahun, di tempat makan.

Saya: Kamu lihat om yang di ujung sana, dengan istri dan anaknya—kayaknya?

Anak saya: Ya, kenapa Yah?

Saya: Dia sahabat dekat ayah waktu di SMA dulu. Sangat dekat.

Anak saya: Mengapa Ayah tak menyapa dia?

BACA JUGA: Si Kribo

Saya: Ayah khawatir jika Ayah menyapa dia duluan, dia akan merasa segan. Tidak siap. Atau mungkin takut.

Anak saya: Kenapa? Apakah dia tidak melihat Ayah?

Saya: Ayah nggak tahu. Seharusnya dia melihat Ayah. Tempat ini kan kecil.

Anak saya: Apa mungkin itu Ayah yang tidak siap bertemu dengan dia? Ayah takut? Nggak merasa nyaman?

Saya: Bisa jadi ya begitu.

Anak saya: Kenapa begitu?

Saya memandang anak saya sejenak. Kemudian menjawab: Ayah ceritakan ini padamu. Untuk kamu, cerita ini tidak penting. Dia bertemu lagi dengan pacar lamanya waktu di SMA.

Anak saya: Terus?

Saya: Katanya menikah lagi. Ayah nggak tahu. Yang pasti, dia memutus semua akses komunikasi dengan ayah. Putus silaturahim. Mungkin karena Ayah tahu dia dan segala ceritanya dengan si cinta lamanya itu.

Anak saya: Jangan-jangan Ayah nggak mau nanya duluan karena Ayah sakit hati sama si om?

Saya: Bisa jadi. Tapi itu bukan urusan Ayah—cara dia memutus komunikasi dengan Ayah. Itu urusan dia dengan dia sendiri.

Anak saya: Ayah terganggu dengan pertemuan ini? Atau entar jika tak sengaja melihat si om?

Saya: Biasa aja. Kamu harus tahu, entar, ada banyak alasan mengapa seorang lelaki dewasa harus menikah lagi, dan itu Ayah terima. Cuma yang Ayah anggap nggak fair adalah cara dia menghentikan semua kontak dengan ayah.

BACA JUGA:  Si Mas Punya 2 Istri

Anak saya: Apa dia memutus kontak dengan yang lain juga? Dengan teman-teman Ayah yang lainnya?

Saya: nggak tahu. Sepertinya nggak.

Anak saya: Kalau begitu Ayah mungkin bisa jadi bukan orang baik-baik seperti yang Ayah pikirkan selama ini. Sahabat Ayah saja merasa tak nyaman pada Ayah.

Saya diam. Sebentar. Kemudian menjawab pelan: Ya, bisa jadi.

Bisa jadi begitu. Bisa jadi kamu benar. Ngomong-ngomong, kenapa kamu jadi membuat Ayah tidak nyaman? []



Source link

Sebelumnya5 Keistimewaan Shalat Subuh Berjamaah – Islampos SesudahnyaAlien dan Kehidupan di Luar Bumi, Bagaimana Islam Memandangnya?

Berita Lainnya

0 Komentar