MEREALISASIKAN SIFAT SABAR
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

MEREALISASIKAN SIFAT SABAR

Terbit 24 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hadits / Hikmah / Kisah Nabi / Kisah Sahabat / Tadzkiroh / Tsaqofah Islamiyah / Ustadz Uril
MEREALISASIKAN SIFAT SABAR

Sabtu sore kemaren, ketiban sampur ngisi pengajian bulanan masyarakat kecamatan Junrejo, kota Batu di masjid Al Kautsar. Materi pengajian berkisar tentang penyelesaian problem kehidupan manusia, dimana kunci untuk menyelesaikannya adalah dengan sabar dan shalat, sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam beberapa ayat al Quran. Karena keterbatasan waktu, maka yang sempat dikupas cukup panjang hanya masalah shalat. Adapaun bagian pertamanya yaitu sabar belum sempat terbahas.

Rupanya diantara peserta pengajian ada yang tertarik bertanya tentang sabar, dan bagaimana merealisasikan sifat sabar dalam kehidupan kita, hingga betul-betul menjadi sarana yang dapat mengantarkan manusia untuk mendapatkan solusi dari problem kehidupannya.  

Berbicara tentang sabar, ada tiga contoh fenomenal tentang perilaku dan sifat sabar. Pertama: adalah kesabaran nabi Ibrahim dan Ismail. Allah telah memerintahkan nabi Ibrahim melalui mimpinya untuk menyembelih anaknya Ismail. Ibrahim-pun dengan sabar memenuhi perintah yang sangat berat dari Tuhannya itu. Maka, dengan penuh kesabaran dan memberanikan diri, Ibrahim mencoba untuk mengajak dialog anaknya, selanjutnya menyampaikan perintah suci yang datang dari Allah tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Ismail menyambut seruan Tuhannya dengan penuh ketaatan dan kesabaran juga. (Aṣ Ṣāffāt:102)  

Mulailah bapak dan anak untuk menunaikan perintah suci dari Tuhan mereka meskipun perintah itu pahit dan sangat tidak diinginkan, sang ayah menyiapkan diri sebagai penyembelih dan sang anak menyiapkan diri sebagai orang yang disembelih. Ketika Allah telah mengetahui kualitas ketaatan dan kesabaran keduanya dalam menunaikan perintah-Nya, maka Allah mengganti prosesi penyembelihan itu dengan domba. Ayah tidak jadi menyembelih anaknya, dan yang jadi disembelih adalah seekor domba.  

Kisah ini diabadikan oleh Allah dalam al Quran, karena Allah ingin mengajarkan kepada manusia tentang keutamaan sifat sabar dalam menunaikan perintah dari-Nya. Meskipun sesungguhnya perintah itu tidak dikehendaki oleh manusia. Melalui kisah tersebut, Allah juga ingin memerintahkan kepada kita agar senantiasa menyiapkan diri untuk sabar menerima segala bentuk ketentuan dari Allah dan menghadapinya dengan tegar dan tidak ada keraguan sedikitpun. (QS Aṣ Ṣāffāt:98-110)  

Sabar

Contoh kedua tentang kesabaran adalah kisah nabi Ayyub as. Nabi Ayyub adalah hamba Allah yang salih, memiliki kekayaan yang berlimpah dan telah dikaruniai oleh Allah keturunan yang banyak, bahkan menurut sebagian ahli sejarah, beliau juga seorang pemimpin yang disegani di masyarakat. Nabi Ayyub sangat bersyukur dengan karunia dan pemberian dari Allah tersebut. Kemudian Allah mengujinya dengan beberapa musibah yang datang bertubi-tubi. Diawali dengan habisnya harta kekayaannya, kemudian anak-anaknya meninggal dunia. Tidak berhenti sampai di situ saja, Allah masih ingin mengujinya dengan lebih berat lagi, dengan penyakit menjijikkan yang menimpanya hingga dikucilkan oleh masyarakat.  

Nabi Ayyub menerima seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dengan sabar, ridha dan tidak pernah mengeluh sedikitpun. Bahkan ia tetap saja memuji Allah meskipun dalam keadaan yang demikian menyedihkan. Nabi Ayyub adalah hamba Allah yang telah bersyukur kepada-Nya pada saat ia mendapatkan nikmat yang banyak, demikian pula ia telah bersabar pada saat mendapatkan musibah dari Allah. Ia memiliki istri tercinta, seorang mukminah yang tetap setia dan taat menemani dan merawat suaminya saat senang dan duka, istrinya adalah wanita yang bersyukur dan bersabar juga.  

Ketika kesabaran dua hamba Allah, suami dan istrinya sudah terbukti, maka Allah-pun memberikan kesembuhan kepada nabi Ayyub dan juga menganugerahkan kepada keduanya keturunan kembali. (QS Al Ambiyā’:83-84)  

Contoh ketiga adalah kisah nabi Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Dia adalah nabi, bapaknya adalah nabi, kakeknya adalah nabi dan buyutnya juga nabi. Sejak kecil sudah ditinggal wafat oleh ibunya, kemudian masih diusia kanak-kanak harus merasakah pahitnya konspirasi dari saudara-saudaranya sendiri. Setelah itu, Yusuf kecil pernah menjadi manusia yang paling terhina karena diperjualbelikan di pasar dengan harga yang murah. Hidup di istana juga tidak lepas dari cobaan, dia harus merasakan pahitnya fitnah yang dibuat oleh permaisuri raja. Yusuf diusia remaja difitnah berbuat mesum dengan permaisuri raja.  

Meskipun pengadilan telah membuktikan Yusuf tidak bersalah, namun tetap saja dia harus dipenjara bersama para nara pidana yang lain selama beberapa tahun. Sejarah kelam nabi Yusuf hingga puncaknya dia harus tinggal di penjara, tidak membuatnya putus harapan. Yusuf yang jujur itu tetap memiliki kedekatan dengan Tuhan, selalu menyandarkan seluruh permasalahannya dengan Allah swt., dia tetap sabar dan optimis bahwa Allah tidak akan membiarkan hambanya yang taat dan sabar. Hingga akhirnya Yusuf menjadi raja muda Mesir yang tetap bersyukur dan tidak sombong.  

Suatu ketika Rasulullah saw. bersabda mengomentari kesabaran saudaranya Yusuf as.: “Aku sangat kagum dengan kesabaran saudaraku Yusuf, dia diminta untuk menafsirkan mimpi raja dan mau melakukan itu. Seandainya aku yang diminta, tidak akan kupenuhi kecuali dikeluarkan dari penjara terlebih dahulu”.  

Itulah tiga contoh fenomenal tentang kesabaran. Semoga Allah selalu menguatkan kesabaran kita dalam menunaikan seluruh perintah Allah dan menerima seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh-Nya, hingga kita mendapatkanridha-Nya. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaMENGUATKAN RASA TAKUT KEPADA ALLAH SesudahnyaMEREALISASIKAN SIFAT SABAR (2)

Berita Lainnya

0 Komentar