MEREALISASIKAN SIFAT SABAR (2)
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

MEREALISASIKAN SIFAT SABAR (2)

Terbit 25 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hadits / Hikmah / Kisah Sahabat / Ustadz Uril
MEREALISASIKAN SIFAT SABAR (2)

Setelah kita mengetahui contoh-contoh fenomenal yang diperankan oleh orang-orang yang terbaik dalam kehidupan ini dari para nabi yang pernah diutus oleh Allah di muka bumi ini. Maka yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita dapat merealisasikan sifat sabar itu dalam kehidupan kita. Kalau mereka memiliki kesabaran yang luar biasa, memang mereka adalah para nabi, yang sengaja diciptakan dan diutus oleh Allah untuk menjadi tauladan bagi manusia. Sedangkan kita yang hanya manusia biasa dan bukan nabi, bagaimana mungkin dapat mencontoh kesabaran mereka.  

Sesungguhnya mereka para nabi adalah juga manusia, diutusnya para nabi dari kalangan mansuia agar manusia biasa seperti kita dapat meneladaninya. Karena itulah tidak ada nabi yang diutus dari kalangan malaikat atau makhluk lain yang bukan manusia, karena manusia kemungkinan besar tidak dapat meneladaninya. Dengan diutusnya nabi dan rasul dari jenis manusia, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak meneladaninya.    

Kita dituntut untuk merealisasikan sifat sabar itu pada saat kita hidup di dunia ini, dunia ini adalah medan kita untuk merealisasikan kesabaran. Karena itu, memahami hakekat dan tabiat kehidupan dunia adalah sarana yang paling efektif untuk dapat menerjemahkan sifat sabar dalam kehidupan kita. Sebaliknya, tidak memahami tabiat dunia bukan hanya akan membuat manusia tidak sabar, namun akan menjadikan kehidupannya gagal berantakan.  

Dunia ini bukanlah surga yang penuh dengan kenikmatan, bukan pula tempat yang kekal dan abadi. Dunia ini adalah tempat manusia menyelesaikan berbagai permasalahan dan mengerjakan lembaran soal-soal kehidupan. Dunia ini memang tempatnya masalah, tidak ada kehidupan di dunia ini yang sepi dari masalah. Ujian di dunia ini dibuat dalam rangka untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Barang siapa yang memahami dunia dengan pemahaman seperti ini, dia tidak akan dikagetkan dengan berbagai corak permasalahan yang ada, karena memang itulah tabiat dunia.  

Sabar

Ayat-ayat al Quran telah menunjukkann hakekat dan tabiat dunia tersebut, bahawa kehidupan manusia ini penuh dengan ujian dan permasalahan (QS Al Balad:4). Al Quran juga mengisyaratkan bahwa dunia selalu benganti-ganti dan berubah setiap saat, bisa jadi hari ini berpihak pada kita namun esuk hari akan berbalik memusuhi kita. Pada pagi hari kita mungkin merasa sangat gembira, sementara pada sore harinya bisa jadi kita akan menjadi orang yang paling merana. Itulah kehidupan dunia yang tidak linier dalam ritme yang sama, ia selalu berubah (QS Ali Imran:140).  

Diantara yang perlu kita fahami dari tabiat kehidupan dunia ini adalah bahwa kenikmatan dunia ternyata tidak terlepas dari kesengsaraannya. Sesuatu yang kita cintai bisa muncul dari hal-hal yang kita benci, tidak ada bahagia yang tidak melalui sengsara. Kita dapat merasakan nikmatnya  kesehatan badan karena kita pernah merasakan sakit. Kita dapat merasakan nikmatnya istirahat karena sebelumnya kita merasakan lelah dan capek. Begitu juga kita dapat merasakan nikmatnya berkumpul karena sebelumnya kita telah berpisah.  

Ali bin Abi Thalib pernah ditanya tentang dunia, bagaimana sesungguhnya hakekat dunia ini, maka beliau menjawab: “Bagaimana mungkin aku bisa menjelaskan hakekat dunia, yang awalnya adalah tangisan, isinya adalah permasalahan dan akhirannya adalah ke- fana-an”.  Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya akan sirna. Jika ada kesempatan untuk hidup bahagia, maka sesungguhnya kebahagiaan itu ada batasnya. Sebaliknya, jika dalam kehidupan ini manusia harus menghadapi hal-hal yang tidak membahagiakan, maka itupun tidak pernah abadi. Batas dari kebahagiaan dan kesedihan tidak ada manusia yang mengetahuinya, karena itu menjadi rahasia dari Allah swt.  

Dengan memahami hakikat dan tabiat dunia seperti disebutkan di atas, diharapkan kita dapat merealisasikan sifat sabar dengan mudah. Memang, sabar itu sangat mudah untuk diucapkan, semua manusia pasti bisa mengucapkan kata sabar, namun pelaksanaannya sangat sulit sekali, membutuhkan perjuangan mengalahkan nafsu yang selalu mengajak manusia untuk tidak sabar. Perjuangan untuk merealisasikan kesabaran itu tidak akan sia-sia, karena Allah akan menggantinya dengan balasan yang besar pula, bahkan ditegaskan oleh Allah bahwa balasannya tidak bisa diukur dengan ukuran manusia (QS Az Zumar:10).   

Semoga Allah selalu senantiasa memudahkan kita untuk mengenal tabiat dan hakikat dunia ini, selanjutnya akan mengantarkan kita kepada kesabaran yang akan menuai balasan yang istimewa dari sisi Allah swt. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaMEREALISASIKAN SIFAT SABAR SesudahnyaMENJAGA KETAATAN DALAM KEBAIKAN

Berita Lainnya

0 Komentar