MENYAMBUT JAMAAH HAJI DI MADURA
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

MENYAMBUT JAMAAH HAJI DI MADURA

Terbit 23 July 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hikmah / Motivasi / Ustadz Uril
MENYAMBUT JAMAAH HAJI DI MADURA

Dapat melakukan ibadah haji adalah merupakan kebahagiaan tersendiri. Setiap muslim pasti memiliki cita-cita bisa berhaji karena ia adalah salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap orang yang telah mengikrarkan diri bahwa tidak ada Tuhan yang benar selain Allah. Karena ibadah haji itu berbeaya besar, maka dalam kewajiban itu dibatasi hanya untuk muslim yang mampu saja dan hanya sekali seumur hidup.   

Meskipun harus mengeluarkan beaya yang cukup besar, ternyata animo masyarakat muslim di Indonesia sangat besar untuk dapat melengkapi dan menyempurnakan rukun Islamnya. Setiap muslim akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat mengunjungi Kota Makkah, tempat pelaksanaan ibadah haji. Begitu juga kota Madinah, untuk mengunjungi baginda Rasulullah saw. Bahkan saat ini, untuk mendapatkan giliran menunaikan ibadah haji, masyarakat muslim Indonesia harus antri puluhan tahun lamanya.  

Tidak heran jika seseorang telah mendapatkan kesempatan ibadah haji, ia sambut kesempatan itu dengan suka cita. Kegembiraan itu juga diikuti oleh sanak keluarganya sehingga ikut serta mengantarkan keberangkatannya. Sebelum proses keberangkatan dan pengantaran, mereka juga telah melakukan resepsi atau yang biasa dikenal dengan walimah safar, mengumpulkan tetangga dan handai taulan untuk dimintai doa.  

Bagi sebagian masyarakat muslim di Indonesia seperti Madura, mereka memiliki tradisi yang unik lagi. Pelaksanaan prosesi pemberangkatan jamaah haji harus dilakukan lebih meriah dan lebih besar lagi. Sering kita dengarkan anekdot dari sana, bahwa satu orang saja yang akan berangkat haji, tetapi pengantarnya bisa sampai sekampung ikut semua. Sebenarnya bukan hanya saat keberangkatan jamaah haji, namun pada saat jamaah haji tiba kembali di tanah air juga tidak kalah meriahnya, mereka dijemput dan diantar sampai masuk ke rumah mereka kembali.   

Suatu saat saya bermalam di hotel Al Madinah di kota Pamekasan, kebetulan pada malam itu adalah saat jadwal kedatangan jamaah haji Madura. Ternyata banyak diantara jamaah haji yang menginap di hotel tersebut, alasannya karena sudah malam sehingga tidak memungkinkan dilakukan konvoi rame-rame menuju kediaman masing-masing, sehingga terpaksa menunggu sampai hari berikutnya baru dilakukan prosesi pengantaran ke rumah. Betul sekali, pada pagi hari mereka siap-siap melakukan konvoi, iring-iringan sepeda motor dan mobil hingga memadati jalan-jalan di kota tersebut, mengantar jamaah haji kembali ke rumah mereka.  

Tradisi Yang Terbawa Ketika Ber Haji

Hikmah yang ingin disampaikan kepada masyarakat sebenarnya sangat dalam sekali, perayaan dan konvoi masa yang sangat banyak itu dimaksudkan untuk menunjukkan rasa syukur mereka dapat melaksanakan ibadah haji dan dapat kembali pulang dengan membawa predikat haji mabrur inysaAllah. Syukur itu perlu diucapkan dan ekspresikan, yang salah satunya dengan mengungkapkan kegembiraan melalui perayaan seperti di atas.  

Pada saat yang sama, mereka juga ingin memberitahu kepada masyarakan bahwa mereka sudah selesai menunaikan ibadah haji, bukan untuk sombong atau riya’, namun hal itu lebih merupakan sebuah upaya dari orang yang telah selesai melakukan ibadah haji agar dapat menjaga kebaikan-kebaikan dari ibadahnya. Dengan memberitahu orang lain, maka orang yang telah pergi haji akan malu jika tidak melestarikan kebaikannya di masyarakat.  

Sesampainya para jamaah haji di rumah masing-masing, masih dilanjutkan dengan resepsi kedatangan. Seluruh sanak saudara dan handai taulan kembali datang mengunjungi bapak atau ibu haji yang baru datang, mereka ikut senang karena bisa berkumpul kembali dengan mereka. Pada kesempatan seperti itu juga biasanya dimanfaatkan untuk meminta kepada bapak/ ibu haji untuk mendoakan para pengunjung untuk kebaikan bersama, dan juga agar dimudahkan untuk dapat melaksanakan ibadah haji khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan ibadah haji.  

Sebuah tradisi yang mencerminkan adanya kekuatan persaudaraan dan sistem sosial yang baik. Ketika salah satu diantara anggota masyarakat bergembira, maka seluruh masyarakat ikut bergembira dan bersuka cita. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaLaporan: 2,8 Juta Anak di Jerman Hidup dalam Kemiskinan SesudahnyaMewaspadai Fitnah Harta - Islampos

Berita Lainnya

0 Komentar