Menunaikan Hak Diri Seperti Rasulullah
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Menunaikan Hak Diri Seperti Rasulullah

Terbit 5 January 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / Hak / hak diri / ibadah / Tsaqofah


RASULULLAH SAW merupakan panutan bagi umat Islam. Apa yang diamalkan olehnya, menjadi panutan bagi kita untuk mengikutinya. Sebab, apa yang dicontohkan oleh beliau insya Allah dapat menuntun kita pada jalan kebenaran.

Salah satu hal yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ialah menunaikan hak. Hak yang wajib ditunaikan itu banyak sekali, ada hak Allah, hak keluarga, hak diri dan hak orang banyak. Bagaimana Rasulullah SAW membagi waktunya dan menggunakan hari-harinya?

BACA JUGA: Games yang Menakjubkan dari Rasulullah

Dari Anas RA berkata, “Datang tiga orang ke rumah Nabi SAW menanyakan tentang ibadah Nabi SAW. Setelah mereka diberitahu, seakan-akan mereka menganggap sedikit. Mereka berkata: kami berbeda dengan Nabi SAW, karena beliau telah diampuni yang lalu dan yang akan datang.

Salah satu dari mereka berkata: Aku akan shalat malam selamanya, dan yang lain berkata: Aku akan berpuasa selamanya dan yang satu lagi berkata: Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”

Lalu, datang Rasulullah SAW kepada mereka dan berkata, “Kalian yang berkata begini dan begitu? Demi Allah aku adalah yang paling takut dan bertakwa kepada Allah di antara kalian, akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur dan menikahi wanita. Barangsiapa yang tidak suka pada ajaranku, maka dia bukan golonganku,” (Muttafaq alaih).

Dari hadis tersebut dapat kita ketahui bahwasanya beliau tidak hanya menunaikan haknya sebagai seorang hamba, yakni beribadah kepada Allah SWT.

BACA JUGA: Rasulullah Rela Menguburkan Dzul Bajadain Sendirian

Namun, beliau pun menunaikan haknya pada dirinya sendiri dan haknya pada orang lain. Sebagaimana beliau selalu mengistirahatkan tubuhnya ketika lelah, dan beliau pun menikahi wanita.

Jadi, kita sebagai makhluk yang diberi keistimewaan daripada makhluk lainnya, sudah selayaknya kita menunaikan seluruh hak kita, termasuk pada diri sendiri dan orang lain. Bukan hanya terpokus dalam hal ritual ibadah semata. Sebab, itu tidaklah cukup untuk memenuhi tingkatan amalan kita di dunia ini. Wallahu ‘alam. []

Sumber: Suatu Hari di Rumah Rasulullah/Karya: Abdul Malik al Qasim/Penerbit: Daarul Qasam



Source link

SebelumnyaSo Sweet-nya Berkah Sedekah SesudahnyaTanda-tanda Orang Kena Gangguan Jin saat Tidur – Islampos

Berita Lainnya

0 Komentar