MENUAI HIKMAH DARI SETIAP LANGKAH
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

MENUAI HIKMAH DARI SETIAP LANGKAH

Terbit 22 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hadits / Hikmah / Tsaqofah Islamiyah / Ustadz Uril
MENUAI HIKMAH DARI SETIAP LANGKAH

Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa: “Hikmah itu adalah barang yang hilang dari seorang mukmin, dimana saja dia menemukannya, dialah yang paling berhak untuk mengambilnya”. Menurut para ulama hadis, hadis ini termasuk dalam kategori hadis dla’if karena perowinya Ibrahim bin Al Fadl adalah dla’if. Namun demikian, hadis yang bercerita tentang hikmah ini tidaklah bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam secara umum, kandungan hadis ini sangat benar, karena memang hikmah bagi setiap mukmin adalah keniscayaan, nilai atau akhlak yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kaum muslimin. Dari mana asalnya hikmah itu tidak perlu dipermasalahkan, yang penting adalah bahwa orang yang beriman harus mengambil hikmah itu.  

Menurut Imam At Thabari, ketika menafsirkan firman Allah: “Dia memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki” (QS Al Baqarah:269), beliau mengatakan bahwa, “Allah akan memberikan ketepatan antara perkataan dan perbuatan kepada siapa saja diantara hamba-Nya yang dikehendaki. Dan barang siapa yang telah dikaruniai oleh Allah ketepatan tersebut, maka sesungguhnya dia telah mendapatkan kebaikan yang banyak”. Dari penafsiran At Thabari tersebut, dapat kita simpulkan bahwa hikmah itu adalah: ketepatan antara perkataan dan perbuatan”.  

Dengan demikian, hikmah dapat kita klasifikasikan menjadi dua macam. Pertama: secara teoritis hikmah itu berarti upaya untuk mengetahui rahasia dibalik suatu peristiwa dan melihat sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa tersebut. Kedua: secara praktis hikmah itu adalah meletakkan sesuatu tepat pada tempatnya. Jenis hikmah yang pertama menuntut dikembangkannya ilmu pengetahuan, sementara jenis hikmah yang kedua menuntut diaplikasikannya ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan.  

Hikmah harus dimiliki dan diaplikasikan dalam kehidupan setiap muslim, setiap perilaku seorang muslim hendaknya selalu didasarkan kepada hikmah. Aktifitas dakwah, yang merupakan sebaik-baik aktifitas seorang muslim juga menuntut adanya hikmah (QS An Naml:125). Karena jika tidak dilakukan dengan himkah, aktifitas mengajak kepada kebaikan itu justru akan berbalik menuai perlawanan dan kerusakan. Hikmah dalam berdakwah akan mempermudah para dai untuk menarik hati dan simpati objek dakwah. Dengan hikmah itu pula, dakwah akan terjaga dari hanya sebatas perasaan yang tidak tertata dan semangat yang tidak terencana. Dakwah tidak cukup hanya bermodal keikhlasan saja, namun perencanaan yang hikmah harus juga dilakukan.  

Ibroh

Diantara hal-hal yang dapat membantu menumbuhkan akhlak hikmah dalam setiap aktifitas kita adalah: (1) Melakukan segala sesuatu secara bertahap, yaitu dengan memulai dari yang prinsip dan paling penting terlebih dahulu, baru kemudian yang lainnya. Sebagian para penyeru kepada kebaikan, karena semangatnya yang menggebu-gebu, masih ada yang belum memperhatikan pentahapan dalam dakwahnya, misalnya dengan mengajarkan kepada masyarakat awam tentang masalah-masalah yang besar dan rumit, sementara mereka hanya membutuhkan suntuhan untuk menambah komitmen keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah mereka, tanpa harus mengetahui berbedaan pendapat dan semacamnya.  

(2) Memperhatikan etika dalam pergaulan dan berbicara, karena objek dakwah kita adalah manusia yang memiliki keragaman latar belakang, tingkat kemampuan dalam memahami Islam juga tidak sama, sehingga para penyeru kepada kebaikan harus pandai memainkan peran dan menguasai berbagai scenario dalam berdakwah, termasuk di dalamnya adalah tidak menyampaikan segala sesuatu yang kita ketahui kepada semua orang.   

(3) Memperhatikan kemaslahatan dan menghindari yang mudarat, hal ini menunut sedikit kecerdasan dari para penyeru kepada kebaikan. Memahami realitas secara luas dan mendalam merupakan senjata utama untuk dapat menentukan kemaslahatan dan menghindar dari yang mudarat. Tujuan utama dari syari’at Islam adalah memperbesar aliran kemaslahatan untuk masyarakat dan memperkecil aliran kerusakan pada mereka, bahkan memutuskannya jika memungkinkan. Termasuk di dalam nya adalah menunda mengingkari suatu kemungkaran karena dimungkinkan akan menimbulkan kemungkaran yang lebih besar. Termasuk menjaga kemaslahatan juga adalah memilih yang paling kecil mudaratnya dari dua hal yang sama-sama memiliki mudarat.  

(4) Menentukan prioritas kerja, yaitu dengan terlebih dahulu melakukan pekerjaan yang menuntut disegerakan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Iman itu memiliki enam puluh sekian cabang, yang paling tinggi adalah lā ilāha illa Allāh, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan agar tidak mengganggu orang yang lewat. Tentunya, untuk merealisasikan masing-masing dari tingkatan Iman itu memiliki sarana yang berbeda-beda. Karena itulah prioritas kerja harus diperhatikan oleh setiap muslim. 

(5) Memperhatikan waktu yang tepat, yaitu dengan memilih waktu yang paling tepat untuk menyampaikan dakwah termasuk di dalamnya adalah melihat kesipan objek dalam menerimanya.   

(6) Melakukan perencanaan dalam setiap projek yang akan dilakukan, tidak membiarkan urusan berjalan tanpa adanya persiapan dan perencanaan. Inilah yang dimaksud oleh Allah dalam firman-Nya: “Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki” (QS Al Anfal:60). Diantara contoh yang paling baik dalam masalah perencanaan dan persiapan ini adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. saat berangkat hijrah ke Madinah.  

Semoga Allah swt memudahkan kita dalam berdakwah dengan penuh hikmah, dapat menyampaikan kebaikan kepada semua orang dan diterima dan diketjakan dengan baik oleh mereka, semua itu karena kita memperhatikan ketepatan antara perkataan dan perbuatan kita. Dan semoga Allah menghindarkan diri kita dari ketidaktepatan antara perkataan dan perbuatan kita. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaMENANAMKAN SIKAP WASPADA SesudahnyaMENGUATKAN RASA TAKUT KEPADA ALLAH

Berita Lainnya

0 Komentar