MENJAGA KETAATAN DALAM KEBAIKAN
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

MENJAGA KETAATAN DALAM KEBAIKAN

Terbit 26 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hadits / Hikmah / Kisah Nabi / Tsaqofah Islamiyah / Ustadz Uril
MENJAGA KETAATAN DALAM KEBAIKAN

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain untuk menyambung keberlangsungan hidupnya. Bahkan manusia selalu menginginkan kehidupan bersama dalam suatu komunitas atau organisasi untuk  memenuhi kebutuhan komunikasi dengan orang lain. Seringkali kita dapatkan kehidupan bersama itu menjadi tidak sehat karena pribadi-pribadi yang ada di dalamnya terlalu menonjolkan sifat-sifat yang dapat memperkeruh organisasi, seperti sombong, bangga dengan diri sendiri, berbantah-bantahan dan lain sebagainya. Sifat-sifat tersebut sangat mempengaruhi dinamika ketaatan seseorang kepada keputusan organisasi, pimpinan atau sesama kader organisasi.   

Untuk keberlangsungan kehidupan bersama, utamanya kehidupan dakwah sangat diperlukan adanya ketaatan, tentunya semua itu dalam rangka ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketaatan dalam kebaikan dan dakwah ini perlu dijaga dalam rangka mencapai kesuksesan dakwah dan tarbiyah itu sendiri. Cerita seorang hamba Allah yang salih bernama Hidlir dan nabi Musa menjadi inspirasi tersendiri dalam masalah ketaatan, beliau baru mau menerima nabi Musa sebagai muridnya dengan syarat harus mentaati seluruh aturan main dalam pendidikan yang diterapkan pada madrasah Hidlir, dan nabi Musa as. akhirnya menyetujui syarat ketaatan itu. Namun setelah nabi Musa as. tidak lagi taat dengan aturan yang sudah disepakati, maka putuslah aktifitas tarbiyah yang dilakukan oleh Hidlir kepada nabi Musa as.  

Ketaatan

Ketaatan dalam dunia dakwah diperlukan untuk mengoptimalkan segala potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh para kader dakwah. Kebutuhan dakwah dalam rangka mengisi dan mengalirkan nilai-nilai Islam pada setiap sisi kehidupan adalah sebuah keniscayaan, hal ini baru akan tercapai jika masing-masing kader dakwah yang ditempatkan pada setiap pos dakwah itu mereka semua memiliki ketaatan yang sempurna. Kita tidak bisa membayangkan jika setiap dai memiliki rencana dan program sendiri-sendiri sesuka hatinya dan tidak dikoordinasikan dengan yang lain, tentunya kehidupan dakwah dan jamaah akan semakin menjauh dari tujuan yang dicanangkan.  

Ketaatan diperlukan untuk menyatukan shaf kaum muslimin. Kadang-kadang untuk mewujudkan kesatuan shaf perlu mengorbankan idealisme pribadi, utamanya dalam hal-hal yang tidak prinsip. Sudah banyak contoh di depan mata bahwa perbedaan umat Islam dalam hal-hal yang tidak prinsip telah membawa kaum muslimin tidak berada pada shaf yang sama. Padahal ketaatan kaum muslimin dalam sebuah shaf persatuan telah ditegaskan oleh Rasulullah saw., bahkan beliau mengumpamakan seperti bangunan yang kokoh dan saling menguatkan. Suatu ketika setelah musim haji, Abdullah bin Mas’ud ditanya tentang sikapnya yang berbeda dengan idealismenya, dimana beliau mengikuti Usman bin Affan yang tidak meng-qasar shalat saat di Mina, sementara pendapat beliau adalah sebaliknya. Dengan tegas beliau menjawab: “Karena berbeda itu adalah kejelekan”.  

Ketaatan juga merupakan benteng bagi para dai agar tidak terjerumus kepada hawa nafsu. Dengan ketaatan, para penyeru kebaikan akan terselamatkan dari ketergelinciran yang selalu diinginkan oleh Syaitan. Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa syaitan itu lebih senang bersama orang yang menyendiri, dan akan menjauh jika ada dua orang atau lebih. Orang yang menyendiri dalam kehidupan dakwah berarti tidak taat kepada saudara-saudaranya sesama aktifis dakwah.  

Ketaatan juga merupakan jalan menuju kemenangan, sebaliknya, perpecahan dan kemaksiatan adalah pertanda menuju kegagalan dan kbinasaan. Karena itu Allah swt. mengingatkan kepada kita akan bahaya ketidaktaatan dan memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan ketaatan (QS An Nisa:59). Para sahabat dan salafus salih telah menguatkan petingnya ketaatan dalam rangka menggapai kemenangan dakwah Islam. Umar bih Khatab pernah berkata: “Hendaknya kalian selalu mendengar dan taat, karena Allah akan memberikan kemenangan lantara ketaatan kalian. Dan hendaknya kalian menjauhi kemaksiatan dan perpecahan, karena Allah akan memberikan kehinaan melalui perpecahan di tubuh kalian”.  

Ali bin Abi Thalib dalam sebuah pidato yang disampaiakan di hadapan para sahabatnya juga menguatkan pentingnya ketaatan. Beliau berkata: “Demi Allah saya melihat mereka akan dapat dikalahkan oleh kebenaran yang ada pada tangan kalian, namun jika mereka taat dan komitmen kepada pemimpin mereka sementara kalian tidak taat kepadaku, maka hal itu adalah kemenangan bagi mereka dan kekalahan buat kalian”.  

Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya yang merupakan puncak dari segala ketaatan, dan membimbing kita untuk taat kepada dakwah, pemimpin dan sesama aktifis dakwah, karena dengan demikian Allah akan mewujudkan kemenangan buat kebenaran. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaMEREALISASIKAN SIFAT SABAR (2) SesudahnyaMUKMIN ITU JUJUR

Berita Lainnya

0 Komentar