MENGUATKAN RASA TAKUT KEPADA ALLAH
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

MENGUATKAN RASA TAKUT KEPADA ALLAH

Terbit 23 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hikmah / Kisah Nabi / Tadzkiroh / Ustadz Uril
MENGUATKAN RASA TAKUT KEPADA ALLAH

Imam Bukhari meriwayatkan satu kisah yang pernah diceritakan oleh baginda nabi Muhammad saw., yaitu cerita tentang seorang laki-laki yang hampir putus asa karena perbuatannya, ia menyangka tidak lagi punya harapan kebaikan dari kehidupannya karena telah ia habiskan dalam kemaksiatan kepada Allah. Dia sangat ketakutan jika nanti harus menghadap Allah dengan berlumuran dosa dan mempertanggungjawabkan segaka perbuatannya.   

Karena itu, sebelum meninggal dunia, ia berwasiat kepada anak-anaknya, “wahai anak-anakku, jika nanti aku mati, bakarlah diriku hingga menjadi arang dan tumbuklah hingga halus kemudian taburkan di tengah terik panas matahari”. Anak-anaknya pun mengerjakan wasiat dari ayahnya. Setelah dibangkitkan, laki-laki itu ditanya oleh Allah tentang alasan dari wasiatnya tadi, kemudia ia menjawab, “semua itu aku lakukan karena aku sangat takut kepada-Mu ya Allah”. Akhirnya, Allah-pun mengampuni dosa-dosanya.  

Takut kepada Allah adalah tanda keimanan, bahkan merupakan syarat kesempurnaan iman seseorang (QS Ali Imran:175). Dengan memiliki rasa takut, seorang muslim akan diampuni dosa-dosanya olrh Allah, akan mendapatkan ridha dari-Nya, akan terbentengi dari api neraka dan akan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Bukankan kita sering membaca hadis tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari kiamat nanti, yang salah satunya adalah karena seorang itu sangat takut kepada Allah. Takut adalah kebiasaan para nabi dan ulama yang mewarisinya, karena ilmu yang mereka miliki akan membuahkan rasa takut kepada-Nya. Diantara yang paling diinginkan oleh Rasulullah saw. adalah menjadi orang yang paling takut kepada Allah dan paling memahami ketentuan yang telah ditetapkan oleh-Nya.  

Khouf

Beberapa hal yang sangat ditakutkan oleh baginda Rasulullah saw. jika terjadi pada umatnya, yaitu keterpelesetannya lidah, berlomba-lomba untuk memburu dunia, syirik kecil atau riya’ dan sifat kemunafikan. Para salafuṣ ṣalih juga sangat takut kepada Allah swt., mereka khawatir kalau ibadahnya tidak ditemima oleh Allah, mereka takut dari kesudahan yang buruk atau sū’ul khatimah, mereka sangat takut dari dosa-dosa yang belum sempurna usaha mereka untuk bertaubat darinya. Lebih dari itu, mereka juga takut dari ancaman fitnah kehidupan dunia dan fitnah kematian, serta takut dengan berbaliknya hati mereka dan dari kemunafikan.   

Sebagai dai, kita dituntut untuk memiliki rasa takut terhadap keberlangsungan dakwah dan para dai. Betul, bahawa Allah swt. akan menolong dakwah dan juga para pelakunya, namun kekhawatiran terhadap nasib dakwah di masa yang akan datang tetap harus dimiliki oleh setiap para dai. Bukankah nabi Zakaria juga khawatir terhadap keberlangsungan dakwahnya, sehingga ia berdoa kepada Allah agar memberikan keturunan yang akan meneruskan keberlangsungan dakwahnya? (QS Maryam:3-6). Bukankah nabi Muhammad sudah pasti akan ditolong oleh Allah ketika pergi hijrah ke Madinah?, namun demikian, Abu Bakar sangat takut terhadap keselamatan beliau.  

Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa suatu hari ketika terjadi perubahan cuaca, seperti saat angin berhembus dengan kencang tidak seperti biasanya, wajah Rasulullah saw. berubah pucat dan keluar masuk kamar karena ketakutan. Beliau khawatir kalau itu adalah azab dari Allah. Abu Bakar lebih senang kalau diciptakan sebagai burung yang tidak akan dihisab para hari kiamat dari pada menjadi manusia. Uṡman bin Affan sangat berharap kalau seandainya ketika mati tidak dibangkitkan kembali. Bahkan Umar bin Khatab berandai-andai jika tidak dilahirkan di dunian ini oleh ibunya.  

Untuk menguatkan rasa takut kepada Allah swt., hendaknya setiap kita menguatkan kembali ma’rifah kita kepada Allah swt., menguatkan kembali pemahaman kita terhadap sifat-sifat-Nya dan kekuasaan-Nya yang maha segala-galanya. Membaca ayat-ayat al Quran juga dapat memperkuat rasa takut kita kepada-Nya, utamanya ayat-ayat yang terkait dengan siksa dan ancaman. Mengingat kembali dahsyatnya hari kiamat dan kejadian-kejadian yang menakutkan juga menjadi sarana bagi kita untuk menguatkan rasa takut kepada Allah.  

Disamping itu kebersamaan dengan orang-orang salih, selalu bergaul dengan mereka juga sangat bermanfaat untuk selalu mengingatkan kita kepada Allah dan selanjutnya takut kepada-Nya. Dalam sebuah hadis Rasulullah pernah bertanya kepada sahabatnya: “Maukah kalian kuberitahu tentang orang yang baling baik diantara kalian?” Para sahabat-pun mengiyakan tawaran beliau, kemudian beliau bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah apabila dilihat dapat mengingatkan orang lain kepada Allah”. Itulah keutamaan bersahabat dengan orang yang baik, dengan ingat kepada Allah, maka akan semakin kuat rasa takut kita kepada-Nya.   Semoga Allah swt selalu memudahkan kita untuk memiliki rasa takut kepadanya. Dan hendaklah diantara doa-doa yang kita panjatkan adalah doa meminta dianugerahkan rasa takut kepada-Nya. Sebagaimana doa yang diajarkan oleh baginda Rasulullah saw.: “Ya Allah anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang akan menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu”. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaMENUAI HIKMAH DARI SETIAP LANGKAH SesudahnyaMEREALISASIKAN SIFAT SABAR

Berita Lainnya

0 Komentar