MEMBIASAKAN DIRI KHUSYU' DALAM SHALAT
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

MEMBIASAKAN DIRI KHUSYU’ DALAM SHALAT

Terbit 6 June 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Sholat / Tips & Trik / Ustadz Uril
MEMBIASAKAN DIRI KHUSYU’ DALAM SHALAT

Ketika shalat adalah merupakan rukun Islam yang paling utama, maka kesempurnaan dalam melaksanakan shalat menjadi sutau keniscayaan. Mengurangi salah satu dari unsur yang dapat membuat kekhusyu’an dalam shalat sama halnya mengurangi kesempurnaan rukun Islam. Karena itu Imam Ahmad pernah berkata, “Barangsiapa yang tidak memperhatikan shalatnya, maka berarti dia telah meremehkannya. Barang siapa meremehkan shalatnya, maka berarti dia telah meremehkan agamanya. Ukuran keseriusan dan semangat seseorang dalam ber-Islam dapat diukur dari keseriusan dan semangatnya dalam shalat ”.  

Karena itu banyak sekali peringatan dari Allah dan juga Rasul-Nya agar kita kaum muslimin memperhatikan urusan shalat kita dengan baik, tidak boleh asal-asalan dalam melaksanakan shalat (QS al Hadid:16). Raulullah saw. mengingatkan agar sujud kita tidak seperti burung gagak yang sedang mengambil makanannya, yaitu dengan cara yang cepat dan kilat. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang yang tidak khusyu’ dalam shalatnya diibaratkan seperti pencuri shalat, karena mereka tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya dalam shalat mereka.  

Hakekat khusyu’ itu adanya dalam hati, adapun khusyu’ anggota badan hanya akan mengikuti khusyu’nya hati. Barang siapa yang mampu membiasakan khusyu’ dalam hati ketika beribadah, maka kekhusyu’an anggota badannya akan mudah dilakukan. Karena itulah suatu ketika Umar bin Khattab melihat ada seorang laki-laki yang mengangguk-anggukkan kepalanya seperti orang yang khusyu’ dalam shalatnya, maka Umar mengingatkan kepada laki-laki tersebut bahwa sesungguhnya khusyu itu ada di sini, sambal memberi isyarat kepada hatinya.  

Sholat Khusyu’

Perilaku khusyu’ dalam shalat dan ibadah kita akan mengantarkan kita kepada kekhusyu’an dan ketenangan di akhirat. Rasa takut manusia dan tangisannya ketika di dunia, akan diganti oleh Allah swt. dengan kebahagiaan dan kesenangan di akhirat kelak (QS at Ṫūr:27-28). Adapun orang-orang yang ketika di dunia berpaling dari Allah swt., tidak mau tunduk dan taat kepada-Nya, maka kesombongannya ketika di dunia akan diganti oleh Allah dengan kehinaan di akhirat, demikian pula kesenangannya dalam kehidupan dunianya akan menjadi kesengsaraan di akhirat.  

Khusyu’ dalam beribadah seharusnya berdampak pada perilaku seseorang, sebagaimana shalat yang khusyu’ akan berdampak pada diri seseorang hingga dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Rahasianya adalah jika seseorang dapat melaksanakan shalat dengan khusyu, merasakan kenikmatan dalam shalatnya dan dapat memenuhi seluruh rukun dan syaratnya, maka hatinya akan menjadi bersih dan bercahaya, keimanannya akan bertambah dan kecenderungannya untuk melakukan kebaikan akan meningkat serta minat untuk melakukan kemaksiatan akan berkurang. Dengan demikian, orang tersebut secara otomatis akan mampu menahan diri dari melakukan perbuatan keji dan kemungkaran.  

Disamping itu, orang yang khusyu’ akan selalu setia melaksanakan perintah-perintah dari Allah, merasa selalu diawasi oleh-Nya dan ridha terhadap seluruh putusan yang telah ditetapkan oleh-Nya. Dia meyakini bahwa segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah buat dirinya adalah kebaikan, jika membahagiakan akan disikapi dengan syukur kepada-Nya, sementara jika putusan atau ketentuan Allah itu tidak membahagiakan atau menyusahkan, maka tetap akan disikapi dengan kesabaran. Dua sikap orang yang beriman itulah yang disebut oleh Rasulullah dalam hadis sebagai sifat yang mengagumkan. Tidak ada yang jelek jika ketentuan itu datang dari Allah, meskipun secara kasat mata terasa menyakitkan.  

Sikap khusyu’ akan dapat dengan mudah kita lakukan jika kita telah mengenal Allah dengan pengenalan yang sesungguhnya, dengan mengenal Allah kita akan dapat menempatkan diri dalam posisi yang tepat sehingga akan menghadirkan kekhusyu’an dalam ibadah yang kita lakukan. Merasakan kebersamaan dengan Allah saat beribadah dan bermunajat kepada-Nya adalah merupakan modal utama juga dalam menumbuhkan sikap khusyuk dalam hati kita. Khusus untuk ibadah shalat, khusyu’ dalam melaksanakannya dapat kita lakukan dengan fokus memandang tempat sujud dan tidak melirik ke kanan maupun ke kiri.  

Dengan berusaha memahami setiap bacaan dalam shalat, juga akan membantu kita dalam memperoleh kekhusyu’an. Misalnya ketika kita membaca “Allahu akbar” saat takbiratul ihram, maka kita harus dapat merasakan bahwa tidak ada aktifitas yang lebih penting dalam hidup ini kecuali hanya menghadap Allah dalam shalat yang kita lakukan. Kita harus dapat memastikan bahwa Allah yang paling Maha segala-galanya, sementara kita yang sedang shalat ini adalah sangat kecil dan hina di hadapan-Nya. Perasaan mengagungkan Allah dalam shalat itu akan terulang berkali-kali, dalam rangka menjauhkan syaitan dari diri kita, sehingga shalat kita akan menjadi khusyu’.  

Menganggap shalat yang sedang kita lakukan adalah shalat perpisahan dan tidak ada lagi kesempatan shalat setelah itu adalah sarana yang efektif untuk menanamkan sikap khusyu’ dalam shalat kita. Demikian juga dengan memperbaiki bacaan ayat-ayat al Quran, mengulang ayat-ayat tertentu dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang mengganggu shalat kita juga merupakan sarana untuk menghadirkan kekhusyu’an tersebut.  

Semoga Allah swt. memudahkan kita dalam menunaikan segala ibadah terutama shalat dengan penuh kekhusyu’an, yang pada akhirnya akan berdampak baik pada perilaku kita dan akan mengantarkan kita pada ketenangan dan kebahagiaan di akhirat kelak. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaAGAR DZIKIR KITA BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN SesudahnyaNASEHAT ADALAH PILAR KEKUATAN MASYARAKAT

Berita Lainnya

0 Komentar