LILIN HARAPAN ITU MASIH ADA
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

LILIN HARAPAN ITU MASIH ADA

Terbit 27 July 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hikmah / Motivasi / Ustadz Uril
LILIN HARAPAN ITU MASIH ADA

Suatu malam, dalam sebuah ruangan yang berukuran sekitar 3×4 m2 terdapat empat buah lilin yang sedang menyala. Karena tiupan angin dari sana-sini yang menghempasnya, seringkali nyala lilin itu terlihat semakin berkurang dan lama-lama redup. Suasana di kamar yang diterangi oleh empat lilin itu cukup tenang, semakin bertambah malam ruangan itu semakin hening, sehingga kita dapat mendengar pembicaraan dan keluh kesah yang dilakukan oleh empat lilin tersebut.  

Lilin pertama mengaku dirinya sebagai lilin perdamaian. Dia mengeluhkan bahwa manusia sudah tidak lagi mau menghendaki cahaya yang dipancarkannya. Kerjaan manusia sekarang hanya bertikai antara satu dengan yang lain, saling menghina dan melemahkan yang lain. Banyak manusia yang tidak mau mengakui kesalahannya, maunya menang sendiri dan dengan seenaknya menyalahkan orang lain. Karena itu, dia merasa keberadaannya sudah tidak lagi bermanfaat, maka tidak perlu lagi ia mempertahankan diri. Akhirnya lilin pertama ini sedikit demi sedikit meredup, hingga benar-benar mati total.  

Melihat lilin perdamaian tidak memancarkan cahaya lagi, lilin kedua yang mengaku sebagai lilin keimanan juga mengeluhkan perilaku dan tingkah polah kebanyakan manusia yang sudah tidak memperhatikan lagi nilai-nilai keimanan dalam hidupnya. Kebanyakan mereka melupakan pesan-pesan keimanan yang seharusnya menjadi ruh dalam setiap aktifitasnya, sehingga semuanya tetap terkomunikasikan dengan Allah swt., Tuhan yang berhak untuk disembah. Lilin keimanan merasa bahwa keberadaannya sudah tidak memiliki urgensi, hingga tidak perlu lagi mempertahankan dirinya dalam keadaan menyala. Setelah selesai berbicara, cahayanya langsung hilang.  

Mendengar keluh kesah dua lilin sebelumnya, lilin ketiga yang mengaku sebagai lilin cinta merasa sangat bersedih. Lilin perdamaian sudah tidak ada lagi, begitu juga lilin keimanan. Lilin cinta sesungguhnya sangat membutuhkan keberadaan lilin perdamaian dan keimanan. Karena kebanyakan manusia orientasi cintanya sekarang hanya kepada dunia saja, dengan tidak adanya lilin keimanan, maka lilin cinta inipun merasa lebih baik hilang daripada tidak dihargai keberadaannya oleh manusia. Kepada orang yang paling dekat saja seperti kepada orang tua, manusia sudah berani membenci dan memutus cintanya, apalagi harus mencintai orang lain. Karena itu, tidak menunggu lama, lilin cinta itupun redup dan hilang cahayanya.  

Dalam keheningan yang semakin sunyi itu, tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut seorang anak kecil, dia menyaksikan tiga lilin telah mati, dan rupanya dia juga telah mendengarkan sebab-sebab kematiannya. Maka kemudian anak kecil itu berteriak: “Wahai tiga lilin, mengapa kalian menghilangkan cahaya kalian, kamar ini akan gelap kalau kalian tidak menyala!”. Setelah berteriak demikian, anak kecil itupun menangis, karena sedih dan takut dalam kegelapan.  

Cahaya Yang Menyinari

Saat itulah kemudian lilin keempat angkat bicara, dia mengatakan: “Jangan takut wahai anak kecil. Selama saya masih ada, saya akan mengembalikan cahaya lilin-lilin yang sudah mati itu, jangan takut!. Saya adalah lilih harapan, gunakan diri saya untuk menyalakan tiga lilin yang telah mati itu”. Dengan wajah berseri-seri, anak kecil itu mengambil lilin harapan dan mencoba untuk menyalakan kembali lilin cinta, keimanan dan perdamaian”. Ruangan itupun menjadi terang kembali karena lilin harapan telah mampu mengembalikan cahaya lilin-lilin yang telah mati.  

Maka, bagaimanapun kondisi kita, dalam keadaan yang paling genting sekalipun kita lewati dalam kehidupan ini, asal harapan itu masih ada, semua dapat dikembalikan dengan normal. Keimanan akan terpancar kembali dalam setiap aktifitas yang kita lakukan. Perdamaian juga bukan sesuatu yang mustahil untuk dapat diwujudkan kembali. Begitu pula cinta sesama akan menjadi semerbak mewangi diantara manusia.  

Masing-masing kita pasti dapat mengembalikan segala potensi yang kita miliki, untuk kembali bergeliat mewujudkan cita-cita utama kita dalam kehidupan ini. Semuanya itu akan mudah terwujud jika kita masih punya harapan. Semoga hari ini kita bahagia dan hari esok lebih berbahagia lagi. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaPaling Bahagia - Islampos SesudahnyaGelar Aksi #HijabFightBack, Muslim Belgia Protes Larangan Jilbab di Universitas

Berita Lainnya

0 Komentar