LANGKAH MENUJU ILMU
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

LANGKAH MENUJU ILMU

Terbit 16 June 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hikmah / Tips & Trik / Tokoh / Ulama' / Ustadz Uril
LANGKAH MENUJU ILMU

Islam adalah agama ilmu, Islam telah meletakkan ilmu pada posisi yang utama, sebagai syarat untuk mengenal Allah swt. Keimanan dan keyakinan kepada tuhan dalam Islam harus dibangun diatas landasan ilmu yang kuat, bahkan kesaksian orang-orang yang memiliki ilmu sejajar dengan kuatnya kesaksian Allah dan para Malaikat (QS Ali Imran:18). Tidak seperti pada agama lain yang mendasarkan masalah keimanan hanya kepada perasaan dan bayangan semata, sehingga ada diantara penganut dari agama-agama itu yang terpaksa harus menvisualisasikan ketuhanan mereka dengan benda-benda tertentu agar dapat dinalar oleh akal mereka.  

Islam juga mengaitkan kegiatan mencari ilmu itu bagian dari ibadah yang tidak tepisahkan dari kehidupan manusia yang memang diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Karena itu dalam upaya untuk menggapai kesuksesan dan keberkahan dari aktifitas mencari ilmu, kita perlu memperhatikan langkah-langkah efektif dan strategis dalam mencari ilmu, diantaranya:  

Pertama: menghadirkan Allah dalam setiap aktifitas mencari ilmu. Agar aktifitas mencari ilmu itu termasuk bagian dari misi peribadatan manusia, maka keterikatan dengan Allah adalah sebuah keniscayaan, dengan selalu memohon kepada-Nya untuk dimudahkan dalam mencari ilmu serta semakin dapat menambah ketaatan kepada-Nya. Karena itulah, para ulama salafus shalih telah memberi contoh kepada kita agar dalam menyelesaikan setiap permasalahan hendaknya dibarengi dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah shalat.  

Imam Syafi’i dalam untaian puisi yang sudah sangat terkenal itu memberikan pengarahan kepada kita bahwa untuk dapat menerima ilmu dengan baik dan penuh barokah, hendaknya dibarengi dengan ketaatan kepada Allah. Begitu seorang pencari ilmu menjauhi ketaatan dan mencoba mendekat kepada kemaksiatan, maka cahaya ilmu itu tidak dapat menembus para pelaku kemaksiatan. Untuk mendapatkan cahaya, Rasulullah telah menunjukkan kepada kita jalannya, yaitu dengan banyak melakukan shalat, shadaqah dan bersabar, yang semuanya itu adalah termasuk bentuk ketaatan kepada Allah.  

Langkap Efektif Mencari Ilmu

Kedua: menata waktu dengan seefektif mungkin. Diantara yang harus diperhatikan oleh para pencari ilmu adalah hendaknya dapat mengatur waktu yang telah disediakan oleh Allah dengan baik dan efektif. Waktu yang tersedia bagi manusia sama-sama 24 jam dalam sehari semalam, tidak lebih dan tidak kurang. Sementara tuntutan kewajiban yang harus kita selesaikan dalam kehidupan ini kadang-kadang terkesan lebih banyak dari waktu yang tersedia. Maka, mengatur dan menata waktu dengan efektif menjadi keharusan bagi kita. Menata waktu artinya adalah membagi waktu yang tersedia dengan baik agar setiap kewajiban mendapatkan porsi waktu yang cukup dan tepat.  

Dalam hal menata waktu dengan baik, seorang Ulama bernama Yahya bin Muaz mewasiatkan kepada kita, beliau pernah berkata: “Malam itu panjang, maka jangan dipendekkan hanya dengan tidur. Siang itu memiliki cahaya yang terang, maka jangan diredupkan dengan kemaksiatan dan dosa-dosamu”. Al Khalil bin Ahmad, seorang ahli linguistik Arab pernah berkata: “Waktu yang paling berat bagiku adalah saat makan”. Khatib Al Baghdadi, ketika berjalan, selalu memegang buku di tangannya untuk dibaca”. Semua itu menunjukkan bahwa para ulama kita memiliki perhatian yang sangat besar terhadap waktu, agar jangan sampai menit-menit yang lewat berjalan tanpa menghasilkan manfaat.  

Ketiga: mempertahankan semangat dan kesungguhan. Ibnul Qayyim pernah berkata: “Semangat dan kesungguhan itu akan menghilangkan beban berat dan mengindahkan sebuat perjalanan”. Jika semangat dan kesungguhan itu dapat kita pertahankan dalam aktifitas kita mencari ilmu, maka berbagai kemudahan akan diberika oleh Allah kepada kita. Dikatakan bahwa ilmu itu baru akan memberikan sebagiannya kepada kita, kalau kita telah mencurahkan segala kekuatan yang kita miliki untuk ilmu. Maka seandainya kita hanya memberikan sebagian saja dari kekuatan yang kita miliki, tentunya hanya sebagian kecil saja dari ilmu yang kita dapatkan.  

Keempat: memperhatikan tahapan dalam mencari ilmu. Tidak mungkin kita dapat memperoleh ilmu yang banyak dalam waktu yang singkat. Prinsip tadarruj atau bertahap dalam mencari ilmu harus kita perhatikan. Baik tadarruj dalam hal kuantitas maupun kualitas. Dari segi kuantitas, kita harus dapat memberikan porsi yang tepat, tidak berlebihan yang biasanya justru akan menimbulkan kebosanan dan keputusasaan. Begitu juga dari segi kualitas, ilmu apa saja yang kita pelajari harus berawal dari yang paling mudah kemudian yang mudah dan seterusnya.  

Hal ini dapat kita lihat dari karya para ulama yang selalu meperhatikan tadarruj dalam menyajikan ilmu. Dalam belajar kaidah bahasa Arab misalnya, selalu harus dimulai dari yang paling mudah dan sederhana seperti mengenal kata baru kemudian kalimat dan seterusnya. Semoga Allah selalu membimbing langkah-langkah kita dalam mencari ilmu, sehingga kesuksesan dalam mencari ilmu selalu berpihak pada kita. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaIBADAH YANG PALING UTAMA SesudahnyaLANGKAH MENUJU ILMU (2)

Berita Lainnya

0 Komentar