LANGKAH MENUJU ILMU (2)
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

LANGKAH MENUJU ILMU (2)

Terbit 18 June 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hikmah / Motivasi / Tadzkiroh / Tips & Trik / Tokoh / Ulama' / Ustadz Uril
LANGKAH MENUJU ILMU (2)

Islam tidak hanya menganjurkan dan mengajak pengikutnya untuk mencari ilmu, bahkan Islam juga menjadikan aktifitas mencari ilmu itu menjadi suatu kewajiban. Dalam sebuah hadis masyhur yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah saw bersabda: “Mencari ilmu itu adalah kewajiban bagi setipa muslim”. Secara logika memang hadis tersebut sangat tepat, karena dalam Islam terdapat sejumlah kewajiban-kewajiban, yang tidak mungkin dengan sempurna dapat ditunaikan sebelum seorang muslim itu memahami dan memiliki ilmu terkait denga kewajiban-kewajiban tersebut.  

Terkait dengan aktifitas mencari ilmu, agar kita dapat menggapai kesuksesan dan keberkahan dari aktifitas mencari ilmu, kita perlu memperhatikan langkah-langkah efektif dan strategis dalam mencari ilmu. Sebagian langkah-langkah itu sudah dibahas pada artikel sebelum ini, dan selanjutnya adalah:  

Kelima: menjaga ilmu dengan amal. Amal adalah buah dari ilmu yang bermanfaat, tidak ada kebaikan dari ilmu jika tidak dapat mengantarkan pemiliknya kepada perilaku yang semakin mendekatkannya kepada Allah. Maka barang siapa yang dapat menggabungkan antara ilmu dan amal shalih, dialah orang yang telah mendapatkan kebaikan yang sangat banyak sekali. Allah swt. telah memberikan pujian kepada mereka, bahwa tidak ada perkataan yang baik, melainnya perkataan tentang ilmu yang disampaikan oleh para penyeru kepada kebaikan dan diikuti dengan amal shalih (QS Fuṣṣilat:33).  

Langkaf Efektif Mencari Ilmu

Keenam: belajar ilmu dan adab sekaligus. Adab adalah nilai-nilai yang harus kita pelajari dari seorang guru disamping kita memperlajari ilmu darinya. Adab adalah nilai-nilai integritas pribadi yang sangat kita butuhkan untuk menggapai kesuksesan dalam kehidupan kita. Itulah bagian dari kebiasaan para salafuṣ ṣalih, dimana mereka mempelajari ilmu dan adab sekaligus. Abu Hamid Al Ghazali telah menganjurkan kepada kita para pencari ilmu agar kita juga memperhatikan adab seperti jujur, tidak sombong, syukur nikmat, menghormati guru dan seterusnya.  

Ketujuh: sepanjang masa. Mencari ilmu adalah aktifitas yang tidak pernah selesai, mencari ilmu tidak berakhir dengan diterimanya sertifikat kelulusan. Betapa indahnya nasehat yang disampaikan oleh Imam Syafii, beliau pernah menyampaikan bahwa hakekat mencari ilmu itu adalah ketika semakin banyak ilmu yang kita pelajari, maka kita semakin haus dengan ilmu-ilmu yang lain, kita semakin sadar akan kebodohan kita. Maka do’a yang selalu keluar dari lisannya adalah “Rabī zidnī ilma”, ya Allah, berikan tambahan ilmu kepadaku.  

Seandainya mencari ilmu itu ada batasnya, maka nabi Musa as tidak diperintah oleh Allah untuk berguru kepada Hidlir. Seandainya mencari ilmu berbatas, maka Ibnu Mas’ud yang sangat faham dengan seluruh maksud dari ayat-ayat yang turun kepada nabi Muhmmad tidak perlu lagi menunggang kuda untuk mencari ilmu. Imam Ahamd pernah ditanya, sampai batas manakah seseorang itu harus mencari ilmu?, beliau menjawab: “hingga menuju liang kubur”.  

Kedelapan: pertemanan yang baik. Seseorang itu itu adalah cermin bagi saudaranya, jika berteman dengan orang yang mencintai ilmu, maka secara otomatis dia akan mencintai ilmu juga. Karena itu, dalam hal melestarikan semangat kita dalam mencari ilmu, maka hendaknya kita bersahabat dengan orang yang menyukai ilmu. Akhlak itu menular, jika akhlak teman kita baik, maka kita akan ikut menjadi baik.  

Kesembilan: konsultasi dan bermusyawarah. Kebiasaan yang sangat baik bagi para pencari ilmu adalah senang berkonsultasi atau bermusyawarah dengan guru atau sesama temannya. Dengan saling bertukar ilmu, bukan hanya kita dapat belajar secara cepat dengan mereka, namun keberkahan ilmu juga akan kita dapatkan. Dengan bermusyawarah tentang ilmu, berarti kita telah mempraktekkan perintah Allah yang telah memerintahkan kepada kita untuk itu. Karena itu, keberkahan ilmu akan kita dapatkan.   

Kesepuluh: berguru pada ulama. Cara yang paling baik dan efektif untuk mendapatkan ilmu adalah dengan berguru kepada ulama, karena dengan berguru, secara bersamaan kita akan belajar ilmu dan amal. Diantara manfaat belajar bersama guru yang lain jika dibandingkan dengan belajar mandiri adalah bahwa jika bersama guru dapat mempercepat sampainya ilmu kepada kita, karena sang guru biasanya telah memiliki pengalaman yang banyak. Berbeda dengan belajar mandiri, biasanya kita tidak bisa dengan mudah memahami ilmu yang kita pelajari secara mandiri.  

Semoga Allah swt senantiasa memberikan kemudahan kepada kita untuk menuntut ilmu dengan menggunakan langkah-langkah yang penuh keberkahan di atas. Hingga pada akhirnya dapat mengantarkan kita pada kebermanfaatan ilmu yang kita pelajari. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaLANGKAH MENUJU ILMU SesudahnyaMEMBANGUN KETELADANAN

Berita Lainnya

0 Komentar