Keutamaan Menjaga Takbiratul Ihram Bersama Imam – Islampos
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Keutamaan Menjaga Takbiratul Ihram Bersama Imam – Islampos

Terbit 5 April 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / imam / Makmum / shalat berjamaah / Syi'ar / takbiratul ihram
Keutamaan Menjaga Takbiratul Ihram Bersama Imam – Islampos


“Jika muazin sudah mengumandangkan azan, bersegeralah menuju masjid, agar tidak ada orang awam yang mendahuluimu.” (Al-Asybah wa An-Nazhair, hal. 467, karya Ibnu Nujaim rahimahullah)

WASIAT Imam Abu Hanifah rahimahullah kepada salah seorang muridnya, Abu Yusuf rahimahullah, di atas merupakan nasihat yang sangat berharga. Orang-orang shalih terdahulu sangat memperhatikan perkara shalat berjamaah.

Para ulama salaf sangat memperhatikan takbiratul ihram bersama imam dalam shalat berjamaah dan menempatkan hal ini dalam kedudukan yang tinggi dan mulia.

BACA JUGA: Jangan Salah, Begini Cara Takbiratul Ihram yang Benar

Waki’ bin Al-Jarrah rahimahullah berkata,

كان الأعمش قريبا من سبعين سنة لم تفته التكبيرة الأولى ، واختلفت إليه قريبا من ستين ، فما رأيته يقضي ركعة

“Dulu Al-A’masy rahimahullah hampir selama tujuh puluh tahun tidak pernah terluput takbir pertama (dalam shalat jama’ah). Aku sering mondar-mandir ke tempat beliau sekitar enam puluh tahun. Dan aku tidak pernah melihatnya terluput satu rakaat sekali pun.” (Hilyatul Auliya’, 5: 49)

Sa’id bin Musayyib rahimahullah berkata, “Aku tidak pernah tertinggal takbiratul ihram sejak lima puluh tahun. Dan aku tidak pernah melihat tengkuk orang lain ketika shalat selama lima puluh tahun.” (Hilyatul Auliya’, 2: 163)

Muhammad bin Sama’ah rahimahullah berkata, “Aku tinggal selama empat puluh tahun, dan aku tidak pernah tertinggal dari takbiratul ihram bersama imam. Kecuali pada satu hari ketika ibuku meninggal dunia, maka aku tertinggal satu shalat jamaah.” (Tarikh Baghdad, 3: 298, Siyar A’laam An-Nubalaa’, 10: 646)

Abu Daud rahimahullah berkata,

كَانَ إِبْرَاهِيمُ الصَّائِغُ رَجُلًا صَالِحًا، قَتَلَهُ أَبُو مُسْلِمٍ بِعَرَنْدَسَ، قَالَ: وَكَانَ إِذَا رَفَعَ الْمِطْرَقَةَ فَسَمِعَ النِّدَاءَ سَيَّبَهَا

“Ibrahim Ash-Shaigh adalah orang shalih. Dia dibunuh oleh Abu Muslim di ‘Arandas. ‘Atho` berkata, “Apabila dia mengangkat palu kemudian mendengar suara azan, maka ia meninggalkannya (untuk segera pergi ke masjid, pent.).” (Sunan Abu Dawud no. 3254)

BACA JUGA: Takbiratul Ihram dalam Shalat, Ini 16 Syaratnya

Ibrahim At-Taimi rahimahullah berkata, “Jika Engkau melihat ada seseorang yang meremehkan takbiratul ihram bersama imam, maka bersihkanlah tanganmu darinya (jauhilah dia, pent.).” (Tarikh Baghdad, 4: 215, Siyar A’laam An-Nubalaa’, 5: 62)

Begitulah cara para orang shalih terdahulu memperlakukan shalat berjamaah. Mereka bahkan tidak ingin tertinggal takbiratul ihram bersama imam. Wallahu a’lam. []

SUMBER: MUSLIM.OR.ID

 



Source link

SebelumnyaKengerian Hari Pembalasan – Islampos SesudahnyaAl Hilmu, Salah Satu Sikap Mulia yang Harus Dimiliki Setiap Muslim

Berita Lainnya

0 Komentar