Ketika Manusia Tak Peduli Halal Haram Harta yang Didapat
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Ketika Manusia Tak Peduli Halal Haram Harta yang Didapat

Terbit 17 March 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Akhir Zaman / Hadits / halal / haram / Harta


MUSIBAH, dari sudut pandang sunnatullah, merupakan bentuk ujian yang Allah SWT berikan kepada setiap manusia. Namun, dari sudut pandang perilaku manusia, musibah adalah akibat dari perilaku manusia.

Seperti kita tahu, sifat manusia yang sangat bisa merusak alam dan kehidupan adalah sifat tamak dan rakus. Mereka yang mempunyai sifat ini tidak akan merasa puas sebelum mulutnya dipenuhi tanah kuburan.

BACA JUGA: Apa Itu Halal, Haram dan Syubhat?

Di akhir zaman, karena seiring menurunnya tingkat iman dan takwa, banyak manusia yang tidak lagi peduli dengan harta yang mereka dapatkan. Baik itu harta halal atau haram.

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Benar-benar akan datang kepada manusia suatu masa, pada saat itu orang tidak lagi mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta kekayaan, apakah dari jalan yang halal ataukah jalan yang haram,” (HR. Bukhari : Kitab al-buyu’ bab man lam yubali min haitsu kasaba al-mal no. 2059 bab qauluhu ta’ala Ali Imran : 130 no. 2083, An-Nasa’i dan Ahmad).

Bencana yang terjadi karena ulah manusia itu tentu akan berimbas pada masalah kemanusiaan. Ekonomi merosot, persediaan pangan terancam, lahan pekerjaan menjadi sempit, sementara kebutuhan manusia terus meningkat, baik karena faktor pertambahan penduduk maupun berubah gaya hidup manusia yang cenderung materialistik.

Dalam kondisi seperti itu, sering kali manusia menjadi gelap mata manakala kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Perut yang lapar dan tuntuan hidup orang-orang yang ditanggungnya (anak dan istri), mau tidak mau akan memaksa mereka untuk menempuh jalan yang mungkin saja berujung pada sikap menghalalkan segala cara.

BACA JUGA: Apakah Islam Mengharamkan Menumpuk Harta?

Ketika itu, yang terpenting bagi mereka adalah perut bisa diganjal, anak dan istri tidak lagi menangis kelaparan dan kebutuhannya terpenuhi.

Inilah kondisi di mana hari ini kita hidup. Faktor kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin tidak dipungkiri menjadi pemicu lahirnya keinginan manusia untuk mencari keadilan dengan cara-cara haram. []

SUMBER: AKHIR ZAMAN



Source link

SebelumnyaViral Gunung Emas di Kongo, Tanda Kiamat? SesudahnyaSurat Al Baqarah Ayat 153, Arab Latin, Arti, Tafsir dan Kandungan

Berita Lainnya

0 Komentar