Kemana Roh Setelah Berpisah dengan Badan? – Islampos
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Kemana Roh Setelah Berpisah dengan Badan? – Islampos

Terbit 25 November 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Alam Barzah / Dunia Ghaib / Hadits / malaikat maut / roh / roh gentayangan
Kemana Roh Setelah Berpisah dengan Badan? – Islampos


SEBAGIAN masyarakat masih percaya tentang reinkarnasi, roh gentanyangan, roh penasaran, memanggil arwah dan lain-lain. Padahal Allah SWT telah menegaskan bahwa urusan roh adalah urusan yang sangat pelik dan hanya sedikit yang dapat dikuak, lantaran sedikitnya informasi yang dapat diperoleh tentang roh itu.

Allah SWT berfirman yang artinya: ”Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.” (QS. Al Isrâ’: 85).

Sebab itu, bila ada yang mengklaim mengetahui hal ihwal roh, maka perlu dipertanyakan keimanannya karena roh adalah urusan Allah SWT dan manusia tidak diberi pengetahuan tentangnya melainkan sedikit. Jangan sampai kita terjerumus dalam dosa syirik dengan memercayai dukun atau semisalnya yang mengaku tahu soal roh.

BACA JUGA: Adakah Roh Gentayangan? Ini Kata Nabi

Ketika Malaikat Maut mencabut roh seseorang, maka roh itu berpindah ke alam barzakh, namun tempatnya berbeda-beda. Berikut perinciannya:

1 Roh para Nabi

Roh para Nabi berada di sisi Allah, di tempat yang tinggi. Dalilnya ucapan Rasulullah SAW di saat akan wafat, ”Ya Allah! Susulkanlah aku ke rofiq a’lâ (para rasul yang berada di tempat yang tinggi).” (HR. Bukhârî no. 4436, Muslim no. 2191).

2 Roh para Syuhada

Mayoritas ulama berpendapat bahwa roh para syuhada berada di surga. Banyak dalil yang menetapkan demikian, di antaranya firman Allah, artinya: ”Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (QS. Âli ’Imrân: 169).

3 Roh Anak-anak yang belum baligh

Mayoritas ulama berpendapat bahwa mereka berada di surga. Bahkan Imam Ahmad menyatakan bahwa hal ini merupakan ijma’ (kesepakatan). Dalil yang mendukung pendapat ini adalah riwayat yang menceritakan ketika Ibrahim putra Rasulullah SAW meninggal dunia, Rasulullah SAW bersabda, ”Ibrahim adalah anakku, dia meninggal ketika masih menyusu, akan ada dua wanita yang menyempurnakan susuannya di surga.” (HR. Muslim: 2316).

Sabdanya pula, “Anak-anak orang Mukmin ditanggung Nabi Ibrahim di surga.” (HR. Ibnu Hibbân 1826, dishahihkan oleh Al Albânî dalam Shahîhul Jâmi’ 3/155).

BACA JUGA: Tercabutnya Roh ke Langit (1)

Roh anak-anak orang musyrik dan kafir juga berada di surga, berdasarkan hadits,”…Adapun anak-anak yang berada di sekitar Ibrahim adalah anak-anak yang meninggal dalam keadaan fitrah. Sebagian sahabat bertanya, ”Wahai, Rasulullah! Apakah anak-anak orang musyrik (juga berada di sana?).” Beliau menjawab, ”Mereka juga di sana.” (HR. Bukhârî no. 6640 dan Muslim no. 2275).

4 Roh Orang Mukmin Lainnya

Hal ini dipersilisihkan oleh para ulama dahulu dan sekarang. Imam Ahmad mengatakan, ”Arwah orang-orang Mukmin berada di surga dan orang kafir berada di neraka.” Dalilnya firman Allah SWT yang artinya: ”Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu tetapi kamu tidak melihat. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta jannah kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam jahannam. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.” (QS. Al Wâqi’ah: 83-96). []

SUMBER: WAHDAH



Source link

SebelumnyaSabar tak Ada Batasnya – Islampos SesudahnyaRumus Keluarga Bahagia, Bukan soal Menang Kalah

Berita Lainnya

0 Komentar