KAIDAH MENGELOLA WAKTU
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

KAIDAH MENGELOLA WAKTU

Terbit 9 July 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Fiqh / Mu'amalah / Tadzkiroh / Tsaqofah Islamiyah / Ustadz Uril
KAIDAH MENGELOLA WAKTU

Dalam kaidah usul fiqh disebutkan bahwa persepsi seseorang dalam melihat suatu permasalahan adalah bagian dari langkahnya untuk menyelesaikan permasalahan itu sendiri. Sejauh mana kita memandang sesuatu, maka sebesar itulah nilai pentingnya sesuatu di mata kita. Cara pandang kita terhadap sesuatu itu akan mengantarkan kepada terbentuknya sikap dan keseriusan kita dalam menyelesaikannya. Maka, bagaimanakah sesungguhnya persepsi kita terhadap waktu?  

Apakah menurut kita waktu itu adalah saat demi saat yang lewat, dan hari demi hari yang pergi begitu saja? Ataukah waktu itu baru terasa ketika kita merasakan kesenangan dan kenikmatan? Ataukan waktu itu adalah kehidupan?. Pilihan yang terakhir itulah yang paling tepat, sebagaimana yang telah diajarkan oleh para ulama kita. Memang, waktu itu adalah kehidupan, waktu itu adalah umur kita, waktu itu adalah materi kehidupan yang akan mengantarkan kita kepada kenikmatan abadi atau kesengsaraan abadi. Waktu adalah barang berharga yang nilainya tiada tara, waktu itu lebih berharga dari harta kekayaan. Apabila Allah swt. melarang manusia untuk memubazirkan harta, maka terlebih lagi memubazirkan waktu.  

Agar waktu yang kita miliki tidak berlalu sia-sia, maka perlu kiranya kita mengetahui bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk mengelola waktu sehingga banyak memberi manfaat. Para pakar pedidikan dan manajemen telah mengajarkan kepada kita beberapa kaidah untuk mengelola waktu, jika kita perhatikan dan kita praktekkan, insyAllah kita akan sukses dalam mengelolanya, diantaranya adalah:  

Pertama: Tidak mengerjakan sesuatu yang bukan urusan kita. Salah satu kaidah yang telah diajarkan oleh baginda Rasulullah saw. dalam hadis sahih dalam kitab al Muwata’ yang ditulis oleh Imam Malik, beliau pernah bersabda: “Merupakan kebaikan Islam seseorang, jika ia meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya”. Dalam hadis tersebut, dengan jelas Rasulullah saw. telah mengaitkan ke-Islam-an seseorang dengan kemampuannya dalam mengelola waktu. Diantaranya dengan tidak menggunakannya pada hal-hal yang bukan menjadi urusannya , yaitu pekerjaan yang tidak bermanfaat.  

Tips Mengelola Waktu dengan Baik

Kedua: Berteman dengan pemalas akan menjadi malas. Manusia adalah makhluk sosial, yang salah satu cirinya adalah mudah terpengaruh dan mempengaruhi. Dalam bahasa Arab, manusia itu disebut insan yang salah satu artinya adalah mudah mengikuti perilaku orang lain, yang baik atau yang jelek sekalipun. Manusia sangat tergantung dengan lingkungan yang melingkupinya.   

Demikianlah isyarat dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari, Rasulullah saw. pernah bersabda: “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap” (HR. Bukhari).  

Ketiga: Tertib diri. Seringkali yang banyak menghambat aktifitas kita, atau minimal memakan waktu yang panjang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan adalah karena kita tidak tertib dalam urusan pribadi kita sendiri. Dalam hal keperluan pribadi semacam menaruh berkas tertentu misalnya, gara-gara kita tidak tertib, maka ketika dibutuhkan harus memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkannya. Pergi ke pasar, jika tidak ditertibkan dengan menentukan tujuan yang jelas barang yang akan kita beli, maka bisa jadi kita tidak akan mendapatkannya meskipun sudah berjam-jam kita putar-putar di sana.  

Keempat: Mendelegasikan. Tidak semua keperluan kita harus kita kerjakan sendiri, kita bisa mendelegasikan kepada orang lain untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas kita. Dengan demikian kita dapat melakukan pekerjaan yang lain yang tidak bisa diwakilkan kepada orang lain. Membeli barang atau makanan, lebih baik kita memanfaatkan layanan antar daripada kita harus berangkat sendiri ke toko atau ke warung.  

Kelima: Balasan itu sebesar tantangan. Betul sekali, semakin besar tantangan yang harus kita hadapi dalam rangka mencapai sesuatu, maka sebesar itu pula hasil atau balasan yang akan kita terima. Itulah realitas yang dihadapi oleh para pembesar, orang-orang yang sukses dalam kehidupan ini. Mereka tidak mungkin sampai pada posisi mereka, kecuali mereka telah banyak merasakan pahit getirnya perjuangan. Mungkin kita akan terpesona melihat seseorang yang dapat menggapai cita-citanya yang sangat istimewa itu, namun sesungguhnya liku-liku perjuangannya sangat panjang.  

Semoga Allah swt, memudahkan kita untuk memiliki perhatian yang besar terhadap waktu yang kita miliki, dan menjauhkan kita dari perbuatan menyia-nyiakan waktu. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaMANAJEMEN WAKTU SesudahnyaBELAJAR MENDENGAR

Berita Lainnya

0 Komentar