Jika Marah
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Jika Marah

Terbit 10 February 2021 | Oleh : Admin | Kategori : cara mengendalikan amarah dalam islam / emosi / Hadits / manajemen marah / Marah / Opini


Oleh: Mia Fitriah Elkarimah
[email protected]

BELAJAR mengenali tanda seseorang menjadi marah dan mengambil tindakan untuk menenangkan diri untuk menghadapi situasi dengan cara yang produktif.

Kemarahan merupakan emosi yang normal dan sehat saat kamu tahu bagaimana mengekspresikannya dengan cepat.

Selama ini kita langsung marah. Bukan memprediksi pada hal-hal apa yang membuat marah dan efeknya. Padahal, ketika kepekaan itu kita asah, kita akan sadar gelombang mau marah itu akan datang.

Maka, yang bisa kita lakukan, tarik nafas yang dalam, hembuskan perlahan sampai detak jantung stabil.

BACA JUGA: Inilah Cara Nabi Hadapi Istri yang Sedang Marah

Lalu, ketika memuntahkan amarah berbicaralah seperti manusia hendak diperlakukan, bahkan dalam keadaan salah sekalipun, kendalikan marah itu dengan cara yang ahsan, karena fitrah manusia ingin selalu diperlakukan dengan baik walaupun salah. begitupun anak-anak.

Manusia pemarah kadang tak pandai mengutarakan keluh kesahnya. Buat ibu-ibu yang sebenarnya telah “terlatih” tanpa hitung-hitungan padahal akumulasi kelelahannya, tak pernah selesai. Hal yang wajar jika tidak pernah absen dari aktivitas marah-marah. Tapi aliran marah itu kadang kita lupa siapkan wadahnya. Main meledak aja. Akhirnya, sisa-sisa semburan tak sadar melukai seisi rumah.

Islam sangat menekankan kepada umat manusia untuk berhati-hati ketika emosi. Banyak motivasi yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar manusia tidak mudah terpancing emosi.

BACA JUGA: Jika Merasa Marah, Ingat dan Renungkan Ayat-Ayat Alquran Ini

Islam pun mengajarkan beberapa cara mengendalikan emosi, dari mulai membaca istigfar, berwudhu, dan dianjurkan diam, karena bawaan orang marah adalah berbicara tanpa aturan. Karena itulah, diam merupakan cara mujarab untuk menghindari timbulnya dosa yang lebih besar

Bijaklah mengalirkan emosi, tetap stabil khususnya buat ibu-ibu, sosok pertama yang menanamkan norma -norma kebaikan sekaligus menjadi teladan dalam bersikap pencetak generasi. Jangan salah tempat meluapkan emosi, akan ambyar nantinya pengaturan dan pelayanan orang di rumah. []



Source link

SebelumnyaTips untuk yang Tengah dimabuk Cinta – Islampos SesudahnyaSetelah Menikah, Kita Harus Mau Berubah

Berita Lainnya

0 Komentar