Inilah Sederet Fakta Ilmiah dalam Alquran (2-Habis) – Islampos
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Inilah Sederet Fakta Ilmiah dalam Alquran (2-Habis) – Islampos

Terbit 31 December 2020 | Oleh : Admin | Kategori : alquran / fakta / Hadits / Ilmiah / Miracle of Quran
Inilah Sederet Fakta Ilmiah dalam Alquran (2-Habis) – Islampos


1 Perluasan Alam Semesta

Pada saat ilmu Astronomi masih primitif, perluasan alam semesta bahkan telah dijelaskan dalam Alquran:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.” (QS Az Zariyat: 47)

Fakta bahwa alam semesta mengembang nyatanya baru ditemukan pada abad terakhir. Fisikawan Stephen Hawking dalam bukunya ‘A Brief History of Time‘ menulis, “Penemuan bahwa alam semesta mengembang adalah salah satu revolusi intelektual terbesar di abad ke-20.” (Naomi Oreskes, Plate Tectonics: An Insider’s History Of The Modern Theory Of The Earth dan Stephen Hawking, A Brief History Of Time)

Alquran telah menyebutkan perluasan alam semesta tersebut bahkan sebelum teleskop ditemukan!

2 Orbit Matahari

Pada tahun 1512, astronom Nicholas Copernicus mengajukan teorinya bahwa Matahari tidak bergerak di pusat tata surya, dan bahwa planet-planet berputar mengelilinginya.

Keyakinan bahwa Matahari tidak bergerak tersebar luas di kalangan astronom hingga abad ke-20. Sekarang menjadi fakta ilmiah yang mapan bahwa Matahari tidak diam, tetapi bergerak dalam orbit di sekitar pusat galaksi Bima Sakti (Lambert M. Surhone, Orbital Period: Orbit, Sun, Earth, Conjunction, Orbital Node, Apsis, Semi-Major Axis, Abridged from onereason.org.)

Alquran menyebutkan tentang orbit Matahari:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al Anbiya: 30)

Beberapa dekade lalu, Alquran dianggap salah menurut para astronom. Namun, sekarang kita tahu bahwa catatan Alquran tentang gerak Matahari konsisten dengan Astronomi modern.

3 Lautan

Alquran menggunakan perumpamaan untuk mengungkapkan maknanya yang dalam, di sini ia menggambarkan keadaan orang-orang kafir sebagai:

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS An Nur: 40)

Biasanya gelombang dianggap hanya terjadi di permukaan laut. Namun ahli kelautan telah menemukan bahwa ada gelombang internal yang terjadi di bawah permukaan laut. Gelombang ini tidak terlihat oleh mata manusia, dan hanya dapat dideteksi oleh peralatan khusus (M. Grant Gross, Oceanography: A View of Earth).

Alquran menyebutkan kegelapan di lautan dalam yang di atasnya ada gelombang, di atasnya ada gelombang, lalu awan di atasnya. Deskripsi ini tidak hanya luar biasa karena menggambarkan gelombang internal di lautan, tetapi juga karena menggambarkan kegelapan di kedalaman laut.

Seorang manusia bisa menyelam tidak lebih dari 70 meter tanpa alat bantu pernapasan. Cahaya hadir di kedalaman itu, tetapi jika kita turun 1000 meter, itu benar-benar gelap (Danny Elder, Oceans).

Fakta itu terungkap 1400 tahun yang lalu saat belum ada kapal selam atau peralatan khusus untuk menemukan gelombang internal atau kegelapan jauh di dalam lautan.

4 Berbohong dan Gerakan

Ada seorang pemimpin suku penindas yang kejam bernama Abu Jahal yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW. Allah menurunkan ayat Alquran untuk memperingatkannya:

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya.” (QS Al Alaq’: 15)

Tuhan tidak menyebut orang ini pembohong, tetapi menyebut dahinya (bagian depan otak) ‘berbohong’ dan ‘berdosa’, dan memperingatkan dia untuk berhenti.

Ayat ini penting karena dua alasan. Yang pertama adalah bahwa bagian depan otak kita bertanggung jawab atas gerakan sukarela (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2289137). Ini dikenal sebagai lobus frontal.

Sebuah buku berjudul ‘Essentials of Anatomy and Physiology’ yang memuat hasil penelitian tentang fungsi area ini menyatakan: Motivasi dan pandangan jauh ke depan untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian anterior lobus frontal, yaitu area prefrontal (Rod R. Seeley, Essentials of Anatomy & Physiology).

Bagian otak yang bertanggung jawab untuk pergerakan dikatakan akan disita jika pria tersebut tidak berhenti.

Kedua, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa daerah yang sama ini (lobus frontal) bertanggung jawab atas fungsi otak yang berbohong (http://cercor.oxfordjournals.org/content/20/1/205.full.pdf).

Salah satu penelitian di University of Pennsylvania di mana sukarelawan ditanyai pertanyaan selama interogasi terkomputerisasi, ditemukan bahwa ketika sukarelawan berbaring ada peningkatan aktivitas yang signifikan di korteks prefrontal dan premotor (daerah lobus frontal) (http://www.americanscientist.org/issues/pub/2002/3/diogenes-new-lamp).

Bagian depan otak bertanggung jawab untuk bergerak dan berbaring. Al-Qur’an menghubungkan gerakan dan kebohongan dengan area ini. Fungsi lobus frontal ini ditemukan dengan peralatan pencitraan medis yang dikembangkan pada abad ke-20.

5 Reseptor Nyeri

Untuk waktu yang lama dianggap bahwa indera perasa dan nyeri bergantung pada otak. Namun telah ditemukan bahwa ada reseptor rasa sakit yang ada di kulit (Michael Darmon, Molecular Biology of the Skin: The Keratinocyte). Tanpa reseptor rasa sakit ini, seseorang tidak akan bisa merasakan sakit.

Pertimbangkan ayat berikut tentang rasa sakit:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS An Nissa: 56)

Tuhan memberi tahu orang-orang yang menolak pesannya bahwa ketika mereka berada di Neraka dan kulit mereka dibakar (sehingga mereka tidak bisa merasakan sakit), Dia akan memberi mereka kulit baru sehingga mereka terus merasakan sakit.

Alquran menjelaskan bahwa rasa sakit tergantung pada kulit. Penemuan reseptor nyeri di kulit merupakan penemuan yang cukup baru dalam bidang Biologi.

BACA JUGA: 14 Abad Lalu, Alquran telah Ungkap Fakta Mengagumkan Tanah

Kesimpulan

Ini hanyalah beberapa dari banyak fakta yang ditemukan dalam Alquran. Penting untuk dicatat bahwa Quran bukanlah buku sains, tapi konsisten dengan sains. Menyatakan bahwa fakta ilmiah dalam Alquran itu sebaai sesuatu yang hanya kebetulan merupakan sesuatu yang tidak rasional. Penjelasan terbaik adalah bahwa Allah mengungkapkan pengetahuan ini kepada Nabi Muhammad.

Seperti halnya Alquran yang berisi pengetahuan tentang alam, Alquran juga berisi informasi tentang dimensi batin jiwa kita. Ini berhubungan dengan perasaan, keinginan dan kebutuhan kita.

Alquran memberi tahu kita bahwa kita memiliki tujuan dalam hidup, dan bahwa mengikuti petunjuk Allah akan membawa kita ke kedamaian batin di kehidupan ini, dan surga di akhirat. Dan penolakan terhadap pesannya itu akan menyebabkan depresi dalam hidup di dunia dan Neraka setelah kematian.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS Fussilat: 53).

SUMBER: ONE REASON | ABOUT ISLAM

 



Source link

Sebelumnya1300 Tahun Palestina Berada di Bawah Kekuasaan Islam SesudahnyaIngin Selamat dari Dajjal? Persenjatai Diri dengan Ilmu Agama! – Islampos

Berita Lainnya

0 Komentar