Inilah 11 Ilmuwan yang Masuk Islam Setelah Lakukan Riset Ilmiah
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Inilah 11 Ilmuwan yang Masuk Islam Setelah Lakukan Riset Ilmiah

Terbit 26 July 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / Ilmiah / Ilmuwan / Mualaf / Tahukah Anda


KITA sebagai muslim tentunya tidak meragukan lagi kebenaran Al-Quran. Setiap apa yang tertulis dalam Al-Quran pasti terjadi. Dan kini banyak riset ilmiah yang telah membuktikan kebenaran Al-Quran.

Pada abad modern ini, pembuktian kebenaran Al-Quran banyak dilakukan oleh ilmuwan non-muslim. Bahkan tidak sedikit di antara mereka akhirnya masuk Islam. Berikut ini 5 masuk Islam setelah melakukan riset ilmiah.

1. Maurice Bucaille

Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920.

Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?

Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan muslim tersebut seraya membuka Al-Quran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami,” (QS Yunus: 92).

Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan, “Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Al-Quran ini.”

BACA JUGA: Gambaran Kematian menurut Ilmuwan

2. Jacques Yves Costeau

Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Ia masuk Islam karena menemukan  mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya. Namun air tersebut tidak bercampur atau melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Belakangan Mr Jacques Yves Costeau  mengetahui bahwa kitab suci agama Islam telah menceritakan tentang hal ini 14 abad yang lalu.

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi,” (QS. Al-Furqon: 53).

Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Al-Quran itu. Ia pun memutuskan untuk masuk Islam.

3. Tagatat Tejasen

Tegatat Tejasen adalah ilmuan Thailand dari bidang anatomi.

Tegatat Tejasen masuk islam saat peneliatan Tagatat Tejasen masuk islam dalam penelitian dermatologi dalam tinjauan anatomi.

Lapisan Kulit terdiri atas 3 lapisan yakni, Epidermis, Dermis dan Cut Cutis.

Pada lapisan terakhir ini terdapat ujung ujung pembuluh darah dan saraf.

Penemuan modern dibidang anatomi membuktikan bahwa luka bakar yang terlalu dalam bisa mati saraf pengatur sensasi.

Saat terjadi luka bakar hingga lapisan terakhir ini orang tersebut tidak akan merasa nyeri karena tidak berfungsinya ujung saraf eferen dan eferen yang rusak akibat luka bakar tersebuut.

Penelitian ini ternyata sudah ada dalam ayat Al-Quran.

“Allah akan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka dan mengganti kulit mereka yang baru setiap kali kulit itu habis terbakat” (QS An-Nisa:56).

Tanggal 3 November 1983 adalah hal bersejaranh bagi Tagatat karena pada hari itu dia mengucap kalimat syahadat dihadapan peserta konferensi dan memberitahukan hal layak umum bahwa ia masuk Islam.

4. Carner Nasa

Mantan pejabat Amerika Serikat ini juga masuk islam karena menemukan fakta-fakta tentang malam Lailatul Qadar dan Ka’bah.

Setelah masuk Islam, Carnar kemudian meneliti fenomena mencium Hajar Aswad.

Nasa menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar.

Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya.

Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة);tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.

Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة);tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.

”Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.

Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya.

Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Carner , seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.

Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr Abdul Basith As-Sayyid dalam sebuah program di TV Mesir Sayyid juga menegaskan, pakar Carner akhirnya masuk Islam dan harus kehilangan jabatannya di NASA.

Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam.

Pakar geologi Islam Zaglol Najjar pernah menegaskan, NASA pernah meremove satu halaman di situs resminya yang pernah dipublish selama 21 hari.

Halaman itu tentang hasil ilmiah yakni cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.
Sayyid menegaskan, “jendela” yang berada di langit itu mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.

“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya panda ngan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)

Saat itu Carner dengan bukti jelas bahwa jagat raya saat itu gelap setelah “jendela” itu tersibak.

Karenanya, setelah itu Carner mendeklarasikan keislamannya.

5. Demitri Bolykov

Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.

Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Ia pun mendapatkan kesimpulan bahwa suatu hari nanti matahari akan terbit dari barat.

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.

Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima taubatnya.

BACA JUGA: Demi Temukan Vaksin Corona, Ilmuwan Barat Mulai Pelajari Alquran dan Hadits

6. Dr.Fidelma O’Leary

Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.

Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam shalat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.

Setelah penelitian mengejutkan tersebut, Fidelma mencari tahu tentang Islam melalui buku-buku Islam dan diskusi dengan rekan-rekan muslimnya. Setelah mempelajari dan mendiskusikannya, ia malah merasa bahwa ajaran Islam sangat logis. Hatinya begitu tenang ketika mengkaji dan menyelami agama samawi ini.

7. Profesor William

Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.

Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.

Setelah menemukan temuan yang luar biasa itu, Profesor William memutuskan untuk memeluk Islam. Selang beberapa hari setelah masuk Islam, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan:

“Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Al-Quran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” demikian ungkapan William. 

8. Leopold Werner Von Ehrenfels

Prof. Dr. Leopold Werner von Ehrenfels merupakan seorang psikiater serta sekaligus neurology berkebangsaan Austria, serta agama saat sebelum Islam yaitu Kristen.

Dari remaja dia sudah banyak mendapatkan kejanggalan dalam agama kristen.

Pada akhirnya ia mempelajari Islam.

Satu di antara yang ia cermati yaitu mengenai kewajiban wudhu saat sebelum lakukan solat serta ia juga mempelajari mengenai kewajiban mandi sesudah jima’ dengan istri, serta dalam agama Kristen tidak ada ketentuan bersuci seperti ini.

Bahkan juga orang Kristen, tuturnya, walaupun dalam kondisi junub (habis bersetubuh dengan istri tanpa mandi) langsung pergi ke gereja untuk menyembah Tuhan.

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, menemukannya sesuatu yang mengagumkan pada wudhu.

Ia menyampaikan satu kenyataan yang amat mengagetkan.

Kalau pusat-pusat syaraf yang paling sensitif dari tubuh manusia nyatanya ada di bagian dahi, tangan, serta kaki.

Pusat-pusat syaraf itu amat peka pada air segar.

Dari sini ia temukan hikmah di balik wudhu yang membersihkan pusat-pusat syaraf itu.

Ia bahkan juga menganjurkan supaya wudhu bukan sekedar milik serta rutinitas umat Islam, namun untuk umat manusia secara keseluruhan.

Dengan selalu membersihkan air segar pada pusat-pusat syaraf itu, memiliki arti orang bakal memelihara kesehatan serta kesesuaian pusat syarafnya.

Selanjutnya Leopold memeluk agama Islam serta merubah nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Tiap perintah Allah SWT jelas mempunyai hikmah kebaikan di baliknya.

Renungkan kalau wudhu yaitu ritual pengkondisian semua segi hidup, dari mulai psikologis & fisiologis.

lima panca indera, harus terkena seluruh tanpa kecuali disapu oleh air wudhu. Mata, hidung, telinga & semua kulit tubuh. Ini benar-benar mengagumkan.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.

Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur” (QS Al-Maidah ayat 6).

9. Keith Moore

Keith Moore adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991.

Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia.

Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunjukkan referensi Alquran tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :

“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern!

Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati air yang berasal dari tanah.

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah,

lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,

lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.

Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” ( QS A;-Mu’Minum 13-14).

Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Alquran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar.

Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan embrio yang kurang.

BACA JUGA: 5 Dasar Teknologi Kecantikan yang Ditemukan Ilmuwan Muslim

10. Masaru Emoto

Masaru Emoto adalah seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang.

Pada tahun 2003 Peneliti Masaru Emoto melakukan penelitian dan mengungkapkan adanya suatu keanehan terhadap suatu sifat air.

Ia menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen.

Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan.

Namun partikel kristal air terlihat menjadi “buruk” dan “tidak sedap dipandang mata” apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana.

Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat di dalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam.

Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.

Sampai sekarang Emoto dan karyanya masih dianggap kontroversial.

Ernst Braun dari Burgistein di Thun, Swiss, telah mencoba dalam laboratoriumnya metoda pembuatan foto kristal seperti yang diungkapan oleh Emoto, sayangnya hasil tersebut tidak dapat direproduksi kembali, walaupun dalam kondisi percobaan yang sama.

Dalam kajian Masaru Emoto dengan tekun melakukan penyelidikan tentang perubahan molekul air.

Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan mengikut tradisi agama Shinto, lalu didinginkan sehingga -5°C kemudian ia diambil gambar dengan mikroskop elektron dengan kamera kwalitas tinggi.

Ternyata molekul air tersebut membentuk kristal segi enam yang indah.

Ujicoba Air diulangi dengan membacakan kata arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang) di depan botol air tadi.

Kristal yang terbentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang arigato, kristal membentuk dengan keindahan yang sama.

Selanjutnya ditunjukkan kata “syaitan”, maka molekul air berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, molekul kristal air itu terus hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesanan peace di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya.

Dan ketika diuji dengan dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan.

Maha Suci Allah yang telah mencipta makhluk yang bernama air ini. Sesungguhnya ia adalah makhluk yang paling setia dan amat peka sekali dalam menjalankan perintah Tuhannya.

Firman Allah Swt: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30)

Dari hasil penelitiannya, Masaru Emoto membuktikan air zamzam memiliki struktur unik dan kemampuan penyembuhan yang luar biasa.

Sejarah telah membuktikan khasiat dan keistimewaan air zamzam dari zaman ke zaman. Karena keistimewaan dan keunikan air zamzam ini, ia pun kemudian memeluk agama Islam.

11. Jon Dean

Kisah Jon Dean kembali pada Islam bermula ketika ia memutuskan bekerja di Riyadh, Arab Saudi. Ia bekerja di industri kesehatan dan nutrisi. Bidang itu kebetulan sedang membutuhkan individu seperti dirinya.

“Mereka membutuhkan saya guna membangun industri mereka. Saya tahu, negara ini begitu kaya, banyak uang di sini,” kenang pria asal Amerika Serikat itu seperti dinukil onislam.net.

Ketika tiba di Riyadh, Jon sebelumnya tidak tahu banyak tentang Islam. Yang ia tahu, Saudi seperti negara Arab lainnya, kaya minyak, terlibat perang dan pertikaian. Ia sempat khawatir apakah pilihan ini yang terbaik baginya atau tidak.

Dengan berbekal keyakinan tinggi, dan bermodalkan pemahaman tentang Islam, Jon memulai petualangnya di Jazirah Arab dengan satu tujuan, tidak terlibat dalam hal buruk, seperti dipenjara.

Setiap hari Jon membaca buku tentang Islam. Baginya, Islam merupakan hal yang asing meski ia berteman dengan penganut Hindu, Buddha, Ateis atau Yahudi.

Sekelebat membaca ada ketertarikan. Maklum, ia seorang peneliti biologi yang haus akan rasa ingin tahu. Memang, ketertarikan itu lebih kepada ilmu pengetahuan belum sampai menyentuh aspek spiritual.

“Saya memang pribadi yang gemar membaca hal yang menarik, semisal saja, Muhammad Ali, Bruce Lee,” kata dia.

Dean mendapati Alquran begitu sederhana bahasanya sehingga mudah dipahami. Ayat-ayatnya sangat mudah untuk diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Ini sangat mengejutkannya.

Sangat bertolak belakang dengan asumsinya bahwa Alquran sangat kaku dalam mengatur kehidupan umat muslim. Dean mendapat penjelasan dari seorang rekannya yang lain bahwa agama Islam juga berfungsi seperti panduan hidup.

Yang paling menyenangkan dalam Islam, menurut Dean, adalah perintah agama tersebut untuk membuktikan semua ayat-ayat Alquran jika mampu. Agama Islam juga menyarankan untuk terus belajar kepada pemeluknya.

Dean bersyukur bisa bertemu orang-orang yang mampu membuka matanya bahwa yang dipercayainya selama ini tentang Islam ternyata salah.

Dan ketika dia mulai mempelajarinya, agama tersebut ternyata mudah dipahami dan masuk akal. Setelah menyadari hal tersebut, Dean mengungkapkan keinginannya untuk menjadi mualaf. Ditemani dua rekannya, Dean mengucapkan dua kalimat syahadat.

 

Tulisan ini Inilah 11 Ilmuwan yang Masuk Islam Setelah Lakukan Riset Ilmiah pertama diangkat pada Islampos.



Source link

SebelumnyaMonumen Era ottoman di Hungaria Sabet 2 Penghargaan Internasional SesudahnyaBolehkah Memandang ke Tempat Sujud saat Tasyahud?

Berita Lainnya

0 Komentar