IBADAH ADALAH IDENTITAS PRIBADI MUSLIM
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

IBADAH ADALAH IDENTITAS PRIBADI MUSLIM

Terbit 12 June 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / Kisah Nabi / Kisah Sahabat / Ustadz Uril
IBADAH ADALAH IDENTITAS PRIBADI MUSLIM

Ibadah dalam Islam bukan masalah sampingan bagi seorang muslim dan bukan pula sekedar syiar-syiar ibadah khusus yang banyak difahami oleh sebagian kaum muslimin seperti shalat, puasa dan sejenisnya saja. Ibadah bagi seorang muslim adalah masalah yang prinsip dan sangat istimewa. Ibadah adalah identitas muslim yang tidak akan sempurna kepribadian seorang muslim kecuali jika mampu melaksanakan ibadah secara sempurna.

Ibadah adalah sarana bagi setiap muslim untuk melatih dan memperdalam kualitas spiritualnya, sarana bagi manusia untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki baik di dunia maupun di akhirat. Ibadah sekaligus merupakan tujuan utama dari diciptakannya manusia di dunia ini (QS Aż Żāriyat:56). Ibadah adalah hak Allah atas hamba-Nya. Karena itu, setiap muslim harus memberikan perhatian utama pada masalah ibadah ini, sehingga kebahagiaan dan kenikmatan saat melaksanakan ibadah juga dapat dirasakan dengan sempurna.

Dalam hal melaksanakan ibadah, masih banyak kesenjangan yang terjadi dalam pelaksanaannya. Banyak orang yang ahli membaca istighfar, namun masih rajin melakukan kemaksiatan. Banyak orang yang berlomba-lomba membaca al Quran, namun justru al Quran mencelanya karena perilakunya banyak bertentangan dengan al Quran. Banyak orang yang rajin melaksanakan shalat, namun gerakan mereka ketika melaksanakan shalat nampak kosong, seakan-akan tidak memiliki makna sama sekali. Banyak orang antri mau melaksanakan ibadah haji, namu dampak dari ibadah haji yang dilakukan tidak nampak sedikitpun dalam perilakukan. Banyak juga para wanita yang merasa berat dan terbebani dengan mengenakan hijab atau menutup aurat.

Identitas Seorang Muslim

Ketika ibadah adalah merupakan tujuan hidup manusia di dunia ini, maka ibadah dalam Islam dibuat oleh Allah mencapup seluruh sisi kehidupan manusia. Karena itu definisi ibadah menurut Ibnu Taimiyah mencakup segala sesuatu dari aktifitas manusia yang dicintai dan diridhai oleh Allah swt. Ibadah mencakup segala bentuk ketundukan terhadap sistem yang telah ditetapkan oleh Allah serta komitmen terhadap syariat-Nya (QS Al Ahzab:36). Demikian juga ibadah mencakup segala bentuk perbuatan yang bermanfaat buat orang lain. Membantu meringankan beban saudara kita, menunjukkan orang yang tersesat dan mengajarkan ilmu adalah termasuk ibadah. Bahkan menyingkirkan batu atau duri dari jalan agar tidak mengganggu orang yang melintasinya adalah bagian dari ibadah juga.

Untuk dapat merealisasikan ibadah dengan sempurna dalam kehidupan kita, hendaknya kita terlebih dahulu memastikan kebenaran motivasi atau niat kita dalam beribadah. Karena pada prinsipnya, ibadah tidak akan diterima oleh Allah melainkan jika telah memenuhi dua syarat utama, yaitu dilakukan dengan niat yang ikhlash hanya karena Allah semata, dan syarat keduanya adalah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Selanjutnya, hendaknya kita dalam beribadah senantiasa merasa bahwa diri kita banyak kekurangan dalam memenuhi hak Allah swt., tidak merasa telah banyak berbuat kebaikan, sehingga kita tetap bersemangat dan penuh harap pada kasih sanyang Allah swt.

Dalam melakukan ibadah, kita juga dianjurkan untuk memiliki rasa khawatir jika ibadah yang kita lakukan tidak diterima oleh Allah. Dengan perasaan seperti itu, kita akan selalu berusaha untuk memperbaiki ibadah kita dan meningkatkan kuantitas dan kualitasnya (QS Al Mukminun:60). Disamping itu, diantara etika yang harus dibiasakan bagi orang yang ahli ibadah adalah gemar membaca istighfar. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw., meskipun beliau sudah dijaga oleh Allah dari kesalahan, namun tetap saja dalam kesehariannya selalu memperbanyak membaca istighfar.

Ridha dengan segala sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah buat kita dan menyerahkan sepenuhnya urusan kita kepada-Nya adalah bagian yang tak terpisahkan dalam proses ibadah kita kepada-Nya. Rasulullah saw. bersabda: “Akan dapat merasakan nikmatnya iman orang yang ridha bahwa Allah sebagai tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai nabinya”. Keridhaan dan ketundukan yang penuh kepada Allah dapat membantu kita dalam rangka merealisasikan ibadah dan penghambaan yang sempurna dalam kehidupan kita.

Disamping itu semua, kita juga harus berusaha meninggalkan segala sesuatu yang dapat menghalangi kita dalam merealisasikan aktifitas ibadah, Banyak melakukan dosa, berlebih-lebihan dalam melakukan hal-hal yang mubah seperti makan, tertawa, berbicara dan semacamnya, akan dapat mengganggu kita dalam melakukan kesempurnaan ibadah.

Semoga Allah swt. senantiasa memudahkan kita untuk dapat melakukan penghambaan dan ibadah kepada-Nya dengan sempurna, hingga benar-benar kita dapat merealisasikan tujuan hidup kita diciptakan oleh Allah di dunia ini. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaILMU DAN AMAL SesudahnyaIBADAH YANG PALING UTAMA

Berita Lainnya

0 Komentar