Hati-Hati dengan Hukum yang tak Adil, Ini Sabda Rasulullah SAW
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Hati-Hati dengan Hukum yang tak Adil, Ini Sabda Rasulullah SAW

Terbit 19 December 2020 | Oleh : Admin | Kategori : adil / hadis / Hadits / Hukum / Kisah Nabi / pemimpin / Zalim
Hati-Hati dengan Hukum yang tak Adil, Ini Sabda Rasulullah SAW


HUKUM yang ditetapkan secara tak adil merupakan perbuatan salah yang dapat menjerumuskan pelakunya pada dosa dan siksa di akhirat kelak.

Perbuatan yang menggambarkan ketidakadilan dalam hukum itu dapat dilihat jika hukum menjadi tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Maksudnya hukum hanya ditegakkan jika rakyat kecil melanggar, tapi jika orang yang terpandang atau memiliki kedudukan melanggar maka hukum tidak diberlakukan.

BACA JUGA: Hanya Orang Jahat yang Mengecam Keadilan Nabi ﷺ

Padahal, Rasulullah SAW pernah menyampaikan dalam sabdanya, bahwa hukum yang tidak adil lah yang menyebabkan orang-orang atau kaum terdahulu dibinasakan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقَالُوا وَمَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

“Dari Aisyah ra, orang-orang Quraisy mengkhawatirkan keadaan (nasib) wanita dari bani Makhzumiyyah yang (kedapatan) mencuri. Mereka berkata siapa yang bisa bicara kepada Rasulullah SAW? Mereka menjawab bahwa tidak ada yang berani kecuali Usamah bin Zaid yang dicintai Rasulullah SAW.

Maka Usamah pun berkata kepada Rasulullah SAW, tetapi Rasulullah SAW bertanya, “Apakah engkau memberi syafaat (pertolongan) berkaitan dengan hukum Allah?”

Rasulullah SAW pun berdiri dan berkhutbah, “Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) di antara mereka yang mencuri, maka mereka biarkan (tidak dihukum). Namun jika yang mencuri adalah orang yang lemah (rakyat biasa), maka mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya.” (HR Bukhari)

BACA JUGA: Beginilah Pengadilan di Masa Umar bin Khattab

Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa manusia yang paling dicintai Allah SAW adalah pemimpin yang adil. Sementara manusia yang dibenci Allah SWT adalah pemimpin yang zalim.

Hal itu sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri.

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم : إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَقْرَبَهُمْ مِنْهُ مَجْلِساً إِمَامٌ عَادِلٌ وَإِنَّ أَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَشَدَّهُ عَذَاباً إِمَامٌ جَائِرٌ

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah SWT dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, sedangkan manusia paling dibenci oleh Allah dan paling jauh tempat duduknya adalah pemimpin yang zalim.” (HR At-Tirmidzi) []

SUMBER: REPUBLIKA



Source link

SebelumnyaDubes Palestina untuk Inggris Gelar Diskusi dengan Pejabat Inggris Soal Situasi Palestina – Islampos SesudahnyaDosakah Istri yang Tak Cegah Suami Berbuat Korupsi?

Berita Lainnya

0 Komentar