DIALOG DENGAN AIR MATA TAUBAT
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

DIALOG DENGAN AIR MATA TAUBAT

Terbit 19 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hikmah / Ustadz Uril
DIALOG DENGAN AIR MATA TAUBAT

Suatu pagi dihari Jumat, seorang laki-laki bernama Taib sedang resah dan sangat gelisah, merasakan beban berat karena dosa-dosa yang semakin hari semakin menumpuk, dia semakin jauh dari kebaikan. Sesekali mencoba untuk mengeluarkan sebagian dari rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya, tapi hatinya tidak merestui. Sesekali ada niatan untuk melangkahkan kali ke masjid mau shalat berjamaah, ternyata ada saja gangguannya.

Dia menangis bercucuran air mata, dan terjadilah dialog antara dia dan air matanya:  

Air Mata : Hai Taib, mengapa kamu menangis?  

Taib  : Siapa kamu?

Air Mata : Saya air matamu.  

Taib  : Mengapa kamu bercucuran begitu? Air Mata : Karena aku tak kuat menahan panasnya hatimu.  

Taib  : Hatiku panas! Apa yang membuatnya jadi panas? Air Mata : Dosa dan kemaksiatan yang kamu lakukan.  

Taib  : Memang dosa dan maksiat itu bisa membakar hati? Air Mata : Ya, betul. Bukankah kamu pernah membaca doa yang diajarkan oleh nabi Muhammad saw., “Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku dengan ait dan salju”? Maka, setiap kali engkau berbuat dosa, saat itulah hatimu terbakar, dan tidak mungkin dipadamkan kecuali dengan air dan salju.  

Taib : Betul juga ya. Aku merasakan kegalauan dalam hatiku, terasa sangat sempit, aku yakin sebabnya adalah karena banyaknya maksiat yang kulakukan.

Air Mata : Ya, begitulah. Kemaksiatan memang berdampak buruk pada pelakunya.  

Taib  : Bolehkan aku bertanya satu pertanyaan lagi?

Air Mata : Silakan!   Taib : Aku juga merasakan hatiku ini sangat keras, susah untuk menerima kebenaran. Bagaimana caranya aku bisa keluar dari masalah ini?

Air Mata : Hai Taib, itu gampang sekali. Memang, zaman sekarang ini susah mencari orang yang hatinya lembut. Kebanyakan manusia hatinya sudah membatu, sangat jarang sekali yang tidak seperti itu, hanya sedikit orang saja yang baik.  

Taib  : Apa sebabnya, wahai ait mataku?

Air Mata : Sebabnya karena cinta dunia dan terlalu tergantung padanya. Coba lihat, hampir semua manusia tunduk dengan dunia, kecuali yang dirahmati oleh Allah. Dunia itu ibarat ular, kulitnya halus dan warnanya juga sangat indah, namun kamu akan mati karena racunnya. Manusia sekarang banyak yang menikmati indahnya dunia, silau dengan gemerlapnya, namun lupa dengan racun yang mematikan itu.  

Taib  : Apa yang kamu maksud dengan racun dunia itu?

Air Mata : Racun dunia itu adalah dosa-dosa dan kemaksiatan. Dosa itu adalah racun buat hatimu, yang harus dikeluarkan. Jika tidak, maka hatimu akan mati.  

Taib  : Terus, bagaimana caranya mengeluarkan atau membersihkan hati dari racun itu?

Air Mata : Dengan terus menerus bertaubat kepada Allah. Dan ingat! Agar taubatmu diterima oleh Allah, kamu harus jujur dalam bertaubat. Kan banyak orang yang mengaku bertaubat, tapi kemaksiatan masih jalan terus. Atau bertaubat dalam kondisi yang terjepit, misalnya dia jadi bangkrut karena hartanya digunakan untuk kemaksiatan, kemudian sadar dan bertaubat, namun di hati kecilnya nanti kalau ekonominya bangkit kembali masih ada niatan utuk maksiat lagi. Itu semua bohong dalam taubatnya.  

Taib  : Sudah, berhentilah air mataku!, aku sekarang akan bertaubat dengan jujur.

Air Mata : Baiklah.   Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaAGAR KEHIDUPAN KITA MENJADI TAWᾹZUN SesudahnyaMEMAHAMI MAKNA TAWAKKAL

Berita Lainnya

0 Komentar