DAMPAK DARI EKSISTENSI KEIMANAN
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

DAMPAK DARI EKSISTENSI KEIMANAN

Terbit 16 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hadits / Ustadz Uril
DAMPAK DARI EKSISTENSI KEIMANAN

Pentingnya Iman Bagi seorang Muslim

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bahkan selalu mengaitkan segala kebaikan yang kita lakukan dengan keimanan. Bukti dari kokohnya keimanan adalah jika kita banyak melakukan kebaikan dan banyak memberi manfaat untuk orang lain, semakin mudah kita melakukan kebaikan, hal itu menunjukkan indikator tingginya keimanan kita. Oleh karena itu, memahami kembali makna dan hakekat iman dalam rangka mengokohkan eksistensinya dalam diri kita adalah suatu keniscayaan untuk selalu kita lakukan secara terus menerus.  

Ketika Rasulullah saw. ditanya oleh Malaikat Jibril tentang pengertian iman, beliau menjawab: “Beriman kepada Allah,  Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Nya, hari akhir dan ketentuan Allah yang baik maupun yang buruk”. Untuk menegaskan kembali tentang hakekat iman, beliau bersabda: “Iman bukanlah sekedar angan-angan, tetapai iman itu adalah kokohnya keyakinan dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan”.  

Iman itu adalah syarat utama untuk dapat dikabulkannya amal perbuatan manusia di sisi Allah, sehingga betapapun baiknya perbuatan orang kafir di mata manusia, tidak ada nilainya sedikitpun di hadapan Allah, karena syarat utamanya tidak ada. Karena itu, iman adalah amalan yang paling utama yang akan mengantarkan manusia mencapai kebahagiaan hidupnya, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak (QS Al An’am:125), dan masih banyak lagi ayat-ayat al Quran yang berbicara tentang keimanan, tidak kurang dari 840 kali Allah menyebutkannya dalam al Quran dengan berbagai macam redaksinya.  

Dengan adanya keimanan, manusia akan mudah tersadarkan diri jika melakukan penyelewengan, dengan mudah akan kembali bertaubat dan menyesali kemaksiatan yang dilakukan (QS Al A’raf:201). Kita harus selalu meyakini bahwa iman itu adalah nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada kita, bentuk kepribadian kita sangat ditentukan oleh keimanan kita, sehingga upaya untuk mempertahankan keimanan dalam hidup kita harus selalu kita lakukan, jangan sampai terbersit sedikitpun dalam pikiran kita untuk membiarkannya apalagi meninggalkannya (QS Al Hujurat:7 dan 17).  

Allah telah membuat perumpamaan, bahwa kokohnya iman yang ada dalam hati manusia itu ibarat pohon yang baik, selalu memberi manfaat dan keberkahan kepada manusia yang tidak terhitung jumlahnya (QS Ar Ra’d:24-25). Dengan beriman, kita akan menjadi kekasih Allah, mendapat cinta, ridha dan kemuliaan dari-Nya, terjaga dari segala keburukan di dunia dan ancaman siksa neraka di akhirat. Dengan adanya keimanan, kita akan memiliki keberanian, ketenangan dan tidak rasa takut karena segala sesuatunya kita kembalikan kepada Allah swt. (QS Ali Imran:173).  

Diantara dampak dari eksistensi keimanan, kita akan selalu tunduk dan patuh hanya kepada Allah swt (QS An Nur:51-52, An Nisa:65). Bahkan menurut kesaksian sahabat, dalam sebuat riwayat disebutkan, “seandainya kami diperintah untuk bunuh diri, pasti kami akan melakukannya”. Hal itu menunjukkan kuatnya ketundukan dan kepatuhan seseorang jika keimanan telah menghujam dalam dirinya.  

Dampak sosial dari eksistensi keimanan itu akan mendorong manusia untuk melakukan hal-hal yang positif dan menjauhkannya dari hal-hal yang negatif. Keimanan yang kokoh itu akan melahirkan perilaku dan akhlak yang baik. Diantara seruan Rasulullah dalam rangka mengaitkan iman dan akhlak mulia adalah sebagaimana banyak disebutkan dalam hadis diantaranya: “Malu dan iman itu adalah pasangan yang serasi”. Rasulullah juga bersabda: “Demi Allah tidak sempurna imannya (3x), orang yang suka menyakiti tetangganya”. Dalam hadis lain juga disebutkan: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata baik atau diam”.   Demikianlah, Rasulullah selalu menanamkan nulai-nilai keimanan dalam kehidupan ini, sehingga benar-benar keimanan itu membuahkan dampak yang baik untuk kebaikan manusia secara keseluruhan. Dampak keimanan bukan hanya dapat dirasakan oleh orang yang beriman sendiri, namun dapat dirasakan oleh semua manusia. Dengan demikian, maka posisi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam benar-benar menjadi kenyataan. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaLaporan Keuangan Per April Tahun 2020 SesudahnyaTAᾹWUN DALAM KEBAIKAN

Berita Lainnya

0 Komentar