Dalam Pidato Perpisahan di Depan Modi, Pemimpin Oposisi India Sebut Bangga Jadi Muslim Hindustan
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Dalam Pidato Perpisahan di Depan Modi, Pemimpin Oposisi India Sebut Bangga Jadi Muslim Hindustan

Terbit 14 February 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Dunia / Ghulam Nabi Azad / Hadits / india / Muslim / narendra modi / partai / politik


INDIA–Ghulam Nabi Azad, pemimpin oposisi India di Rajya Sabha, melepaskan jabatannya. Dia menyampaikan  pidato yang menyentuh hati dengan menarik kesejajaran antara kehidupan Muslim di India dan Pakistan.

Dalam pidato perpisahannya, politisi dari partai Indian National Congress itu mengatakan bahwa ia bangga menjadi seorang Muslim Hindustan. Pidato ini disampaikannya di hadapan Perdana Menteri India Narendra Modi di Rajya Sabha pada Selasa (9/2/2021).

BACA JUGA: Muslim India Hidup Terancam di Bawah Kepemimpinan Modi

“Jika ada Muslim di dunia yang harus bangga, itu haruslah Muslim Hindustan. Saya termasuk orang yang belum pernah ke Pakistan, tapi ketika saya membaca tentang kejahatan yang ada dalam masyarakat Pakistan, saya pikir Muslim Hindustan harus bangga,” kata Azad dalam penyampaiannya setelah pidato Modi, seperti dilansir di New Indian Express, Rabu (10/2/2021).

Dalam pidato perpisahan tersebut, Nabi Azad juga mengucapkan terima kasih kepada Modi dan anggota parlemen lainnya. Ia menceritakan perjalanan politiknya dari Jammu dan Kashmir ke New Delhi.

Azad mengatakan, Modi tidak pernah mengambil kata-katanya di Majelis Tinggi secara pribadi dan memisahkan pribadi dari politik.

“Ada kalanya kami bertengkar secara verbal. Tetapi Anda (PM Modi) tidak pernah mengambil kata-kata saya secara pribadi,” kata Veteran Kongres itu sembari menekankan bahwa negara dijalankan dengan kolaborasi, bukan perkelahian.

BACA JUGA: Baru Diresmikan Modi, Kereta Cepat Baru India Rusak Nabrak Sapi

Modi dalam pidato penghormatannya kepada Nabi Azad juga mengucapkan selamat tinggal. Sembari berkaca-kaca, pidato Modi diselingi dengan banyak jeda panjang saat dia mengenang hubungannya yang lama dengan Azad, yang ia gambarkan sebagai teman sejatinya.

“Karyanya akan menginspirasi generasi anggota parlemen yang akan datang. Jabatan datang, jabatan tinggi datang, kekuasaan datang, tetapi seseorang harus belajar dari Ghulam Nabi Azadji bagaimana menanganinya,” kata Modi.

Modi juga mengatakan bahwa dia akan selalu mengharapkan Azad untuk berbagi masukan dengannya. []

 



Source link

Sebelumnya7 Langkah Cara Kembalikan File WhatsApp yang Terhapus SesudahnyaKondisi Kaum Muslimin Setelah Kekalahan di Perang Uhud

Berita Lainnya

0 Komentar