Dalam islam, Ini 9 Kriteria Imam Shalat
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Dalam islam, Ini 9 Kriteria Imam Shalat

Terbit 4 February 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / imam / Islam 4 Beginner / kriteria imam


SHALAT berjamaah, tentu harus ada imamnya. Dalam islam, imam shalat bukan orang yang sembarangan. Ada beberapa ketentuan khusus terkait kriteria imam yang baik sebagai pemimpin shalat berjamaah. Salah satu ketentuannya adalah soal bacaan dan hafalan quran.

Dikutip dari Bincang Syariah setidaknya ada 9 syarat untuk menjadi imam sholat. Apa saja sih?

BACA JUGA: Hukum Anak Belum Baligh Jadi Imam Shalat

Berikut ini penjelasan singkat tentang kriteria imam dalam Islam:

Islam

Syarat pertama harus jelas bahwa imam yang kita pilih beragama islam, sehingga menjadi yang paling utama.

Berakal

Berikutnya adalah berakal dalam artian tidak sedang dalam keadaan mabuk, gila atau hilang akal. Karena imam sholat harus tahu apa yang dibacanya, sehingga sholat menjadi lebih afdhol.

Baligh

Syarat berikutnya untuk menjadi imam sholatadalah sudah baligh, artinya anak tersebut berarti sudah wajib untuk sholat. Ini ditandai dengan sudah pernah seorang anak bermimpi basah, dan sudah tahu mana yang baik dan buruk.

Laki-laki

Seorang imam sholat harus dipilih dari seorang laki-laki, jangan sampai perempuan atau waria dipilih. Ini jika memang masih ada laki-laki di antara pilihannya. Tetapi jika sholat dilakukan oleh wanita dan tidak ada laki-laki, maka imam sholat boleh dipilih dari wanita.

Bersih dan suci najis dan hadas

Seorang yang akan menjadi imam sholat harus bersih dan bersuci terlebih dahulu, baik dari hadas kecil maupun besar. Karena tidak sah sholat seseorang jika masih ada najis yang ada pada dirinya.

Bacaannya bagus dan mampu menyempurnakan rukun sholat

Seorang imam sholat harus dicari yang paling bagus bacaannya, serta mengerti apa yang diucapkannya. Sehingga sholat akan lebih sempurna dan jelas bacaan Alqurannya. Juga mengerti dan mampu menyempurnakan rukun sholat, seperti saat takbiratul ihram, ruku, sujud dan tahiyat.

BACA JUGA: Dialah Imam Shalat Wanita pada Zaman Nabi

Imam tidak sedang menjadi makmum

Jika Anda memasuki masjid dan shaf sholat dalam keadaan berantakan, sementara di sana ada imam, maka jangan jadikan makmum tersebut imam kita. Tetapi jika mereka sudah selesai sholat, maka boleh memilih salah satu makmum menjadi imam sholat.

Fasih bacaan Alquran sesuai dengan tajwid

Bacaan Alquran dalam sholat harus fasih dan benar, sehingga sholat menjadi sempurna. Jangan sampai mahkraj tidak benar, termasuk tajwid yang harus diketahui setiap imam sholat.

Sholatnya imam sah menurut mazhab makmumnya

Mazhab hanafi yang bersentuhan dengan wanita tanpa disengaja atau dengan muhrimnya tidak perlu wudhu lagi. Sementara mazhab Syafii tetap harus berwudhu. Maka imam yang bermazhab hanafi yang menjadi makmum bermazhab Syafii kemudian menyentuh wanita, tetap harus berwudhu kembali agar sholat berjemaah mereka menjadi sah. []

SUMBER: BINCANG SYARIAH



Source link

SebelumnyaCantik aja Gak Cukup! – Islampos SesudahnyaSyirik adalah Kezaliman yang paling Besar

Berita Lainnya

0 Komentar