Bersedekahlah Sebelum Ditolak Oleh Manusia
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Bersedekahlah Sebelum Ditolak Oleh Manusia

Terbit 22 January 2020 | Oleh : Mimin | Kategori : Amalan Sunnah / Hadits / Tadzkiroh
Bersedekahlah Sebelum Ditolak Oleh Manusia

Bersedekahlah

Terdapat satu bab khusus di dalam Kitab Shahih Muslim tentang anjuran bersedekah sebelm ditolak oleh manusia karena berlimpahnya harta pada suatu masa. Masa tersebut, seperti disebutkan dalam Syarah Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi adalah di akhir zaman kelak menjelang Hari Kiamat tiba.

Berikut adalah hadits-hadits tersebut beserta penejelasannya.

“Bersedekahlah kalian, hampir saja seseorang berjalan dengan membawa sedekahnya, lalu orang yang diberikan sedekah mengatakan, ‘Sekiranya engkau membawanya untuk kami kemarin, aku pasti akan menerimanya. Adapun sekarang, maka aku tidak membutuhkannya lagi.”

Lalu dia pun tidak menemukan orang yang bersedia menerimanya.”

(HR. Al-Bukhari, Muslim, dan An-Nasa`i)

Kemudian Hadits berikutnya:

“Sungguh akan datang suatu masa kepada manusia, yang mana seseorang berkeliling dengan membawa sedekah berupa emas, namun dia tidak menemukan seorang pun yang bersedia menerima sedekah itu darinya, dan terlihat satu lelaki diikuti oleh empat puluh wanita yang berlindung kepadanya, karena sedikitnya kaum lelaki dan banyaknya kaum wanita.”

Akan tetapi di dalam riwayat Ibnu Barrad disebutkan, “Dan kamu melihat seorang lelaki.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits selanjtunya:

“Hari Kiamat itu tidak akan terjadi sampai harta menjadi banyak dan berlimpah, sampai seseorang keluar membawa zakat hartanya namun dia tidak menemukan seorang pun yang bersedia menerima zakat itu darinya, dan sampai tanah Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai.”

(HR. Muslim)

“Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai harta menjadi banyak di antara kalian dan berlimpah, sehingga pemilik harta mencari orang yang bersedia menerima harta itu darinya sebagai sedekah, dan seseorang dipanggil untuk menerimanya namun dia berkata, ‘Aku tidak membutuhkannya.”

(HR. Muslim)

“Bumi akan memuntahkan simpanan kekayaannya seperti tiang-tiang dari emas dan perak. Lalu seorang pembunuh datang dan bertutur, ‘Karena inilah aku membunuh.’

Seorang pemutus tali silaturahim datang dan bertutur, ‘Karena inilah aku memutuskan tali silaturahim (dengan kerabatku).’

Seorang pencuri datang dan bertutur, ‘Karena inilah tanganku dipotong.’ Kemudian mereka meninggalkannya dan tidak mengambil sedikit pun darinya.”

(HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Tafsir Hadits

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Tidak ada suatu pagi yang mana para hamba berada padanya, melainkan ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah pengganti kepada orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lain berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kerugian kepada orang yang tidak mau berinfak.”

Para ulama berpendapat, “Itu berlaku pada infak dalam hal ketaatan dan kemuliaan akhlak, memberi nafkah kepada keluarga, dan para tamu, serta sedekah sunnah, dan lain sebagainya, yang mana hal itu tidak tercela dan tidak dinamakan berlebih-lebihan. Termasuk di antara sikap tercela adalah jika seseorang tidak mengeluarkan infaknya dalam hal tersebut.

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Bersedekahlah kalian, hampir saja seseorang berjalan dengan membawa sedekahnya, lalu orang yang diberikan sedekah berkata, ‘Seandainya kamu membawanya untuk kami kemarin, pasti aku akan menerimanya. Adapun sekarang, maka aku tidak lagi membutuhkannya.” Lalu dia pun tidak menemukan orang yang bersedia menerimanya.”

Hadits ini dan hadits-hadits setelahnya membicarakan tentang berlimpahnya harta di akhir zaman, dan seseorang tidak dapat menemukan orang yang bersedia menerima sedekahnya. Dalam hadits ini juga dijelaskan tentang anjuran untuk bersegera dalam bersedekah dan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin sebelum datang waktu yang menghambat orang untuk bersedekah.

Orang-orang tidak menerima sedekah di akhir zaman karena berlimpahnya harta benda, tampaknya simpanan-simpanan perut bumi, dan keberkahan-keberkahan diturunkan padanya, sebagaimana yang telah tercantum di dalam kitab Shahih Al-Bukhari, setelah kebinasaan Ya’juj dan Ma’juj.

Begitu juga karena berkurangnya angan-angan manusia, dekatnya hari kiamat, keengganan manusia untuk menyimpan harta, dan berlimpahnya harta-harta sedekah. Wallahu A’lam.

Abu Syafiq

SebelumnyaHikmah Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam Lahir di Arab SesudahnyaKetika Buya Hamka Ditawari dengan Permempuan Muda di Salah Satu Hotel

Berita Lainnya

0 Komentar