Ayah, Kenapa Kita Harus Menjaga Sholat Berjemaah di Masjid?
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Ayah, Kenapa Kita Harus Menjaga Sholat Berjemaah di Masjid?

Terbit 3 January 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Anak / ayah / fardhu 'ain / fardhu kifayah / Hadits / Renungan / Shalat Berjemaah / shalat isya


SUATU hari ada seorang ayah bersama anaknya. Tiba-tiba terdengar suara azan dari masjid. Kemudian sang anak pun mengingatkan ayahnya tersebut untuk segera menunaikan shalat.

Anak: Ayah, ke masjid yuk? Sudah azan tuh. (Sang anak mengajak ayahnya untuk sholat jamaah Isya di masjid)

Ayah: Ayo Nak, apa engkau sudah siap?

Anak: Sudah Yah.

BACA JUGA: Kekurangan Masjid, Muslim Serbia Shalat Jemaah di Rumah-rumah Pribadi

Lalu mereka berpamitan dengan istri sekaligus ibu anak itu.

Ayah dan anak: Assalamualaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.

Selesai shalat isya berjamaah, saat di jalan menuju rumah sang anak menanyakan sesuatu kepada ayahnya.

Anak: Kenapa kita harus menjaga sholat jamaah di masjid Ayah?

Ayah: Kita para lelaki memang semestinya sholat jamaah di masjid Nak. Untuk sholat wajib lima waktu.

Anak: Kenapa Ayah? Apa karena wajib Yah?

Ayah: Para ulama berbeda pendapat tentang hukum sholat jamaah di masjid bagi laki-laki anakku. Sebagian mengatakan hukumnya fardhu ‘ain sehingga setiap laki-laki muslim wajib sholat lima waktu berjamaah di masjid.

Sebagian ulama mengatakan hukumnya fardhu kifayah, sehingga harus ada sholat jamaah di masjid tiap kampung. Kalo sudah demikian yang lain tidak berdosa. Namun jika tidak ada sholat jamaah di suatu kampung maka semua laki-laki muslim kampung itu berdosa meski mereka sudah sholat sendirian.

Yang ketiga, hukumnya Sunnah muakadah, artinya tak boleh sholat jamaah ditinggalkan terus-menerus tanpa udzur. Itulah ringkasnya anakku.

Anak: Tapi saya lihat Ayah sebagaian orang tak perhatikan masalah ini Yah?

Ayah: Inilah zaman kemunduran Islam Nak. Sholat yang merupakan ibadah yang paling agung pun tak diperhatikan. Apalagi bagi para aktivis dakwah ini perkara yang mesti tak boleh diabaikan.

Anak: Kenapa Ayah?

Ayah: Anakku, kebiasaan para pejuang Islam sejak jaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tak ada yang tinggalkan kebiasaan sholat jamaah ini.

Ini adalah kebiasaan mereka para pendahulu kita. Aneh jika ada aktivis dakwah tapi lalai terhadap hal ini. Ini merupakan pengabaian terhadap keutamaan yang agung, Nak.

BACA JUGA: Berjalan Cepat Agar Mendapatkan Shalat Berjemaah, Apa Hukumnya?

Bagaimana mereka akan mampu memikul beban dakwah jika tidak dengan pertolongan Rabb-Nya. Tapi bagaimana mereka ditolong Rabb-Nya jika panggilan Rabb-Nya diabaikan? Tidak dijawab? Tidak didatangi? Bagaimana mereka bisa dekat dengan RabbNya? Kalo seperti itu pejuang macam apakah mereka? Laa hawla walaa quwwata illaa billaah.

Anak: Kalo begitu sangat penting perkara ini ya Yah?

Ayah: Iya Nak, terlepas adanya khilafiyah pada ulama tentang hukum sholat jamaah bagi laki-laki. Namun dari aspek lain itu sangat penting. Ingat Nak engkau harus perhatikan hal ini. Engkau harus jaga sholat jamaah di masjid kecuali ada udzur.

Anak: Insya Allah siap Ayah!

Mereka akhirnya tiba di rumah, kemudia memberikan salam kepada bunda yang juga sudah sholat isya di rumah. []



Source link

SebelumnyaGunung Everest Bertambah 1 Meter lebih Tinggi Selama 2020 – Islampos Sesudahnya8 Perbedaan Taaruf dengan Pacaran (1) – Islampos

Berita Lainnya

0 Komentar