APABILA AKU TELAH JUJUR
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

APABILA AKU TELAH JUJUR

Terbit 29 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hadits / Hikmah / Kisah Sahabat / Mu'amalah / Tsaqofah Islamiyah / Ustadz Uril
APABILA AKU TELAH JUJUR

Jujur adalah perangai yang baik, semua orang pasti menyukai kejujuran, demikian juga pelakunya, akan disukai dan dipercaya oleh semua orang. Ketika orang Quraisy Makkah melihat kejujuran pada diri baginda nabi Muhammad saw., maka mereka tidak segan-segan untuk menyematkan gelar al Amin pada diri beliau yang mulia. Bukan hanya gelar yang disematkan, namun mereka juga menaruh kepercayaan kepada beliau, hingga mereka menitipkan harta bendanya kepada nabi Muhammad saw. pada saat mereka pergi berdagang ke luar negeri.  

Apabila kejujuran sudah dimiliki oleh seseorang, maka akan nampak tanda-tanda kebaikan pada diri pelakunya. Dari sisi keyakinan, orang yang jujur bukan hanya meyakini nama-nama Allah yang baik dan sifat-sifat-Nya yang mulia, namun juga mampu mengimplementasikan dalam kehidupannya sehari-hari. Ketika orang yang jujur meyakini bahwa Allah Maha Mendengar, maka dalam setiap pembicaraannya akan selalu merasa didengar oleh Allah swt., sehingga tidak keluar dari mulutnya kecuali perkataan yang baik dan diridhai oleh-Nya. Begitu juga ketika ia meyakini bahwa Allah itu Maha Melihat, maka ia tidak akan melihat kecuali hal-hal yang dihalalkan oleh Allah.  

Jika kejujuran sudah menjadi perilaku seseorang, maka ia akan rela berkurban demi tegaknya agama Allah. Dia seakan-akan dia telah menjual diri, harta dan umurnya kepada Allah, dalam rangkan mendapatkan ridha-Nya. Dialah Mus’ab bin Umair, seorang yang dilahirkan dari keluarga yang sangat kaya, pada saat masuh dalam usia remaja bau parfumnya sudah dapat dikenali dari jarak yang jauh. Ketika ia masuk Islam dengan jujur, maka ia rela mengurbankan segala yang dimilikinya dari kenikmatan dunia untuk kepentingan dakwah Islam, hingga ketika dia meninggal dunia, kain kafannya tidak cukup untuk menutupi tubuhnya. Apabila kepalanya ditutup, maka kakinya akan kelihatan dan begitu sebaliknya. 

Jujur  

Dialah Usman bin Affan dan Abdurrahman bin ‘Auf, karena kejujurannya, mereka reka mengurbankan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan perjuangan di jalan Allah. Beteul-betul mereka adalah orang yang jujur dalam keimanan mereka, sebagaimana yang disampaiakan oleh Allah dalam al Quran surat Al Hujurat:15.   Orang yang jujur akan nampak pada dirinya semangat yang tinggi untuk melakukan kebaikan dan memberi manfaat kepada orang lain. Yang ada pada dirinya adalah hanya keinginan untuk mendapatkan ridha Allah, sehingga apa saja yang akan mengantarkannya mencapai keridhaan Allah, dia akan memburunya dengan penuh semangat yang tinggi. Hampir pada setiap sisi kebaikan, orang yang jujur itu memiliki kontribusi di dalamnya. Dia hadir saat shalat dan berdzikir, dia yang terdepan dalam memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan dan juga terdepan dalam berdakwah amar makruf dan nahi mungkar.  

Orang yang jujur bukan berarti tidak pernah salah atau lengah dalam aktifitas kebaikannya. Bisa jadi suatu saat pernah melakukan kesalahan atau lengah dan ketinggalan dalam melakukan kebaikan, namun ia cepat sadar dan bersegera untuk memperbaiki kesalahanya dan memenuhi kekurangannya. Salah seorang sahabat bernama Suhail bin ‘Amr, dia termasuk orang yang terlambat masuk Islam, karena ia baru memeluk Islam saat fathu Makkah. Karena kejujurannya dalam beriman, maka iapun mengejar ketertinggalannya, hingga diceritakan bahwa diantara orang yang belakangan masuk Islam di kalangan para pembesar Quraisy, Suhail bin ‘Amar adalah yang paling terdepan dalam hal shalat, puasa, infaq dan semua amal kebaikan.  

Mencintai dengan orang-orang yang jujur, selalu bergaul dengan mereka adalah diantara tanda-tanda yang melekat pada orang yang jujur. Dalam sebuah hadis Rasulullah saw pernah bersabda seseorang itu tergantung sahabatnya, barang siapa yang mau melihat sifat seseorang, maka hendaknya dia melihat sahabatnya. Jika bersahabat dengan orang-orang yang jujur, maka dia adalah bagian dari mereka.  

Orang yang jujur itu juga memiliki sifat istiqamah dalam menjalankan kebaikan. Keterikatannya dengan Islam tidak pilih-pilih, tidak hanya mengerjakan apa yang disenangi dan meninggalkan apa yang tidak disukai dari Islam. Komitmen ke-Islaman orang yang jujur akan selalu stabil, tidak mudah goyah dengan godaan nafsu dan syahwat, serta tidak mudah digelincirkan dengan fitnah dan ujian.  

Semoga Allah memudahkan kita menjadi orang-orang yang jujur, sehingga tanda-tanda kejujuran di atas dapat kita miliki, dan lebih dari itu dampak dari kejujuran kita dapat dirasakan oleh orang lain. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaAGAR AKU BISA JUJUR SesudahnyaAGAR AKU BISA JUJUR

Berita Lainnya

0 Komentar