Apa Hukumnya Kumur-Kumur dan Istinsyaq bagi Orang yang Berpuasa? – Islampos
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Apa Hukumnya Kumur-Kumur dan Istinsyaq bagi Orang yang Berpuasa? – Islampos

Terbit 17 April 2021 | Oleh : Admin | Kategori : batal puasa / Hadits / istinsyaq / kumur-kumur / Ramadhan / wudhu
Apa Hukumnya Kumur-Kumur dan Istinsyaq bagi Orang yang Berpuasa? – Islampos


.TANYA: Ada yang mengatakan bahwa kumur-kumur atau Istinsyaq dalam Wudhu’ berpengaruh terhadap sahnya
puasa, sejauh mana kebenaran pendapat ini?

JAWAB: Kumur-kumur dan Istinsyaq dalam wudhu’ adalah sunnat menurut Mazhab Abu Hanifah, Malik dan Syafi’i. Wajib menurut Mazhab Imam Ahmad yang menganggapnya sebagai bagian dari membasuh wajah yang merupakan perintah.

BACA JUGA: Gosok Gigi, Bagaimana Hukum Puasanya?

Apakah sunnat atau wajib, tidak selayaknya ditinggalkan ketika berwudhu’, apakah ketika berpuasa atau pun ketika tidak berpuasa.

Bagi muslim ketika sedang berpuasa agar tidak terlalu berlebihan dalam berkumur-kumur dan Istinsyaq, tidak seperti saat tidak berpuasa.

Dalam hadits disebutkan: “Apabila engkau istinsyaq maka lebihkanlah, kecuali jika engkau berpuasa.” (HR. Asy-Syafi’i, Ahmad” إِذَا اسْتَ ْنشَقْتَ ف َبَالِغْ إِالَّ أَ ْ تَكجو َ صَائِما Imam yang empat dan al-Baihaqi).

Jika seorang yang berpuasa berkumur-kumur atau melakukan istinsyaq ketika berwudhu’, lalu air termasuk ke kerongkongannya tanpa sengaja dan tidak karena sikap berlebihan, maka puasanya tetap sah, sama seperti masuknya debu jalanan atau butiran tepung atau lalat terbang dan masuk ke kerongkongannya, karena semua itu kekeliruan yang tidak dianggap.

BACA JUGA: Mimpi Basah di Siang Hari, Batalkah Puasanya?

Meskipun sebagian imam berbeda pendapat dengan ini. Kumur-kumur yang bukan karena berwudhu’ juga tidak mempengaruhi sahnya puasa, selama air tidak sampai ke dalam perut. Wallahu a’lam. []

Sumber: 30 Fatwa Seputar Ramadhan | Oleh: Syekh ‘Athiyyah Shaqar, Syekh DR. Yusuf Al-Qaradhawi, Syekh DR. Ali Jum’ah | Disusun dan Diterjemahkan Oleh: H. Abdul Somad, Lc., MA.



Source link

SebelumnyaJika Terlambat dalam Ibadah, Dikhawatirkan Lambat Pula dalam Kebaikan SesudahnyaBukan Hidangan Berbuka Puasa, Inilah Arti Takjil yang Sebenarnya

Berita Lainnya

0 Komentar