Apa Hukum Shalat Jumat setelah Shalat Id? – Islampos
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Apa Hukum Shalat Jumat setelah Shalat Id? – Islampos

Terbit 31 July 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / Idul Adha / Idul Fitri / Islam 4 Beginner / shalat id / Shalat Jumat
Apa Hukum Shalat Jumat setelah Shalat Id? – Islampos


PERTANYAAN tentang hukum shalat Jumat bagi muslim yang telah melaksanakan shalat Id selalu mengemuka ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat. Baik itu hari raya Idul Fitri atau pun hari raya Idul Adha.

Sebagian umat Islam meyakini bahwa shalat Jumat tidak wajib ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat. Cukup diganti dengan shalat Zuhur saja.

Sebagian lain meyakini bahwa shalat Jumat tetap wajib dilaksanakan meskipun hari raya bertepatan dengan hari Jumat. 

Bagaimana seharusnya kita menyikapinya?

BACA JUGA: Lakukanlah Hal Ini Sebelum Shalat Idul Adha

Para Ulama fikih berbeda pendapat dalam persoalan hukum shalat Jumat jika telah melaksanakan shalat Id.

Ada dua pendapat dalam masalah ini. Masing-masing pendapat memiliki argumentasi yang diakui sebagai satu bentuk ikhtilaf ulama yang diperbolehkan.

Pendapat pertama menyatakan hukum shalat Jumat tidak wajib jika telah melaksanakan shalat Idul Adha atau pun Idul Fitri ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat.

Pendapat ini berdasarkan beberapa riwayat yang mengisyaratkan bahwa peristiwa semacam ini telah terjadi pada masa Rasulullah SAW.

Sebagaimana riwayat Zaid bin Arqam:

أَنَّ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ سَأَلَهُ: هَلْ شَهِدْتَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِيْدَيْنِ اِجْتَمَعَا فِي يَوْمِ وَاحِدٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: كَيْفَ صَنَعَ؟ قَالَ: صَلَّى الْعِيْدَ ثُمَّ رَخَصَ فِي الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّي فَلْيُصَلِّ.

“Bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan bertanya kepada Zaid,

‘Apakah engkau bersama dengan Rasulullah ketika terjadinya dua hari raya dalam satu hari?’

Zaid menjawab, ‘Iya, benar.’

Muawiyah bertanya, “Apa yang beliau lakukan?’

Dia Menjawab, “Rasulullah mengerjakan shalat ‘Id kemudian memberi keringanan (untuk tidak mengerjakan) shalat Jumat, beliau berkata, ‘Barang siapa yang menginginkan mengerjakannya (shalat Jumat), maka kerjakanlah’.” (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i dan al-Hakim dalam Mustadrak-nya, dan Imam al-Hakim berkomentar bahwa hadist ini sanadnya shahih)

Pendapat kedua menyatakan bahwa hukum shalat Jumat tetap wajib dilaksanakan meskipun telah melaksanakan shalat Idul Adha atau pun Idul Fitri ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat.

Ini adalah pendapat jumhur mazhab fikih.

Pendapat dari kalangan mazhab Hanafi dapat dijumpai dalam kitab Ad-Dur al-Mukhtar wa Hasyiyah Ibnu Abidin (2/166), Mukhtashar Ikhtilaf al-Ulama’ karya Imam ath-Thahawi (1/346),

Pendapat dari kalangan mazhab Maliki dapat dijumpai dalam kitab Manhu al-Jalil (1/453), Syarh Mukhtashar Khalil karya Al-Kharasyi (2/92), dan kitab Adz-Dzakhirah karya Al-Qarafi (2/355).

Pendapat dari kalangan Mazhab Syafi’i dapat dijumpai dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam an-Nawawi (4/491-492) dan kitab Mughni al-Muhtaj karya imam Asy-Syarbini (1/278).

Dalilnya, firman Allah Ta’ala dalam surat al-Jumu’ah:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Rasulullah SAW bersabda:

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ

“Shalat Jumat merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim dengan berjama’ah kecuali empat golongan; budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud)

BACA JUGA: Bagaimana Cara Menebus Dosa karena Tinggalkan Shalat Jumat?

Dalam perkara hukum yang masuk dalam lingkaran ikhtilaf ulama, setiap muslim memiliki hak untuk memilih pendapat.

Ukuran pilihannya adalah memilih pendapat yang diyakini paling mendekati kebenaran sesuai dengan kemampuan dan kadar keilmuan masing-masing.

Jika memandang pendapat yang menyatakan hukum shalat Jumat adalah tidak wajib jika telah melaksanakan shalat Id ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat itu sebagai pendapat lebih mendekati kebenaran, silakan mengamalkannya.

Jika memandang pendapat yang menyatakan hukum shalat Jumat adalah wajib meskipun telah melaksanakan shalat Id ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat itu sebagai pendapat lebih mendekati kebenaran, silakan mengamalkannya.

Dengan syarat, pilihannya adalah berdasarkan ilmu, bukan berdasarkan nafsu. []

SUMBER: DAKWAH.ID



Source link

SebelumnyaPanggilan ‘Mama’ untuk Istri Termasuk Zhihar? SesudahnyaSembelih – Islampos

Berita Lainnya

0 Komentar