AGAR DZIKIR KITA BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

AGAR DZIKIR KITA BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN

Terbit 4 June 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Amalan Sunnah / Asatidz / Fiqh / Hadits / Kisah Sahabat / Tips & Trik / Tsaqofah Islamiyah / Ustadz Uril
AGAR DZIKIR KITA BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN

Sebagaimana telah kita fahami bahwa diantara fungsi dzikir adalah untuk melembutkan hati, menyucikan jiwa dan menundukkan perilaku anggota badan kita, hingga mampu mengantarkan kita untuk gemar berbuat baik dan membenci perbuatan yang mungkar. Semakin banyak kita melakukan dzikir, diharapkan fungsi dzikir akan berdampak pada kehidupan kita, dan pada akhirnya kehidupan kita di dunia ini semakin hari semakin berkualitas dan meningkat menjadi lebih baik.  

Tentunya untuk menggapai fungsi dzikir yang sangat istimewa sebagaimana disebutkan di atas, bukanlah pekerjaan mudah dan bukan pula sesuatu yang mustahil untuk dapat kita direalisasikan. Ada beberapa strategi yang harus kita perhatikan pada saat kita berdzikir, sehingga dapat membantu kita dalam merealisasikan fungsi tersebut.  

Strategi Berdzikir

Pertama: menghadirkan hati bersama lisan. Kehadiran hati saat lisan mengungkapkan bacaan-bacaan dzikir adalah sarana yang paling efektif agar dzikir kita dapat memberi dampak pada kehidupan kita. Oleh karena itu Imam Nawawi pernah mengatakan bahwa yang diinginkan dari dzikir adalah kehadiran hati, maka hendaknya setiap orang yang berdzikir berusaha untuk menghadirkan hatinya. Bahkan Ibnul Qayyim mengibaratkan orang yang berdzikir dengan tidak menghadirkan hati itu seperti jasad yang tidak bernyawa. Kalau manusia saja tidak akan mau menerima hadiah berupa jasad tanpa ruh, maka sudah barang tentu Allah juga tidak akan mau menerimanya juga.  

Kedua: mentadabburi makna dari bacaan dzikir kita. Hal ini dapat menguatkan dampak dari dzikir pada kehidupan kita, yaitu dengan memahami makna dan merenungkannya serta merasakan sentuhan dari kata-kata yang kita ungkapkan melalui dzikir kita. Mentadabburi bacaan dzikir juga bisa kita lakukan dengan memikirkan keagungan Allah saat kita memuji dan mengagungkan-Nya. Kita meyakini dan membayangkan bahwa Allah swt. memiliki sifat yang sempurna, tidak patut bagi Allah memiliki sifat-sifat yang tidak layak disandang dan dimiliki-Nya.  

Ketiga: mengagungkan Allah dalam hati. Hal ini bisa terjadi dengan cara menghadirkan kebesaran nikmat dan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita, sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Allah pemberi nikmat tersebut serta kita dapat dengan mudah mensyukurinya. Mengagungkan Allah dalam hati juga dapat kita lakukan dengan menghadirkan janji-janji Allah buat orang-orang yang bertakwa, bahwa mereka akan mendapatkan surga dan kenikmatan yang sangat banyak, sebagaimana dapat kita lakukan dengan mengingat-ingat ancaman Allah buat orang-orang yang suka bermaksiat kepada-Nya.  

Keempat: menjaga keikhlasan dalam berdzikir. Dalam melakukan ibadah apapun, keikhlasan adalah kunci utama, syarat diterimanya amal ibadah manusia di sisi Allah adalah jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata. Dalam hadis tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari kiamat, diamana tidak ada naungan kecuali dari-Nya, salah satunya Rasulullah menyebutkan keikhlasan dalam beribadah. Yaitu seorang yang dalam keheningan malam menangis, tidak ada yang mengetahui air matanya mengalir kecuali hanya Allah saja.  

Kelima: komitmen menggunakan cara-cara atau lafal dzikir yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Secara logika, tidak ada cara ibadah yang termasuk di dalamnya adalah dzikir, yang lebih baik dari yang diajarkan oleh baginda Rasulullah saw. Secara logika pula dapat kita fahami bahwa ibadah yang lebih cepat dapat mengantarkan kita kepada keridhaan Allah adalah ibadah yang telah diajarkan oleh penutup para nabi, yaitu Muhammad saw. Seorang petani ketika menanam tanaman, pasti dia akan memilih bibit yang paling baik sehingga dapat memperoleh hasil yang terbaik. Demikian pula buah dari dzikir akan dapat kita nikmati dengan baik jika kita menanamnya dengan menggunakan bibit dzikir terbaik dari Rasulullah saw.  

Keenam: perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa. Banyak diantara kaum muslimin yang sangat cepat dalam mengucapkan lafal dzikir, sehingga karena terlalu cepat dan tergesa-gesa, mereka tidak dapat melafalkan dzikir dengan sempurna, apalagi mentadabburi dan memahami maknanya. Disamping itu juga hendaknya memperhatikan etika dalam berdzikir, misalnya berdzikir di tempat yang baik dan suci serta tidak bising. Dengan demikian, berarti kita juga menghormati Żat yang kita puji dan kita agungkan, yang pada akhirnya dampak kebaikan dari dzikir untuk kehidupan kita akan selalu kita dapatkan.  

Marilah kita memohon kepada Allah swt. agar memudahkan kita untuk dapat melakukan dzikir dengan baik dan sempurna, karena dzikir atau menyebut Allah adalah obat hati sementara menyebut manusia adalah penyakit hati. Semoga Allah berkenan menyibukkan kita dalam ketaatan dan ibadah kepada-Nya. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaKESEMPURNAAN ZIKIR SesudahnyaMEMBIASAKAN DIRI KHUSYU’ DALAM SHALAT

Berita Lainnya

0 Komentar