AGAR AKU BISA JUJUR
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

AGAR AKU BISA JUJUR

Terbit 28 May 2020 | Oleh : Admin | Kategori : Asatidz / Hadits / Hikmah / Mu'amalah / Tsaqofah Islamiyah / Ustadz Uril
AGAR AKU BISA JUJUR

Jujur itu berat, begitulah kata nafsu yang selalu mengajakku untuk tidak jujur. Selalu saja ada alasan yang disampaikan olehnya agar aku menjadi orang yang tidak jujur. Seringkali nafsu ini memancingku dengan kenikmatan dunia sesaat agar aku mau mengikutinya untuk menjadi pembohong dan pengkhianat. Anehnya, seringkali aku juga mengikuti pancingannya dan menuruti kemauannya.  

Apabila kita renungkan sejenak, memang jujur itu betul-betul berat, karena kita harus berhadapan dengan nasfu yang selalau menarik-narik ke arah yang sebaliknya. Karena itu Ibnul Qayyim pernah mengatakan: “Bersikap jujur itu bagaikan membawa gunung yang besar, tidak ada yang sanggup memikulnya kecuali orang-orang yang memiliki tekat yang kuat, mereka siap jatuh bangun bersama dengan bawaannya yang berat itu. Sementara perilaku bohong dan riya’ itu ringan, bagaikan membawa bulu yang tidak akan membebani siapapun yang membawanya, dengan mudah dibawa kesana dan kemari tanpa ada beban sedikitpun”. Meski demikian, bersikap jujur bukanlah sesuatu yang mustahil, jika kita mau bersungguh-sungguh memegangnya.  

Cara untuk bisa JUJUR

Ada beberapa hal yang dapat membantu meringankan kita dalam memikul beratnya perilaku jujur, diantaranya pertama: selalu merasa diawasi oleh Allah swt. Keyakinan kita bahwa Allah selalu bersama kita dan selalu memantau seluruh aktifitas kita adalah sebaik-baik sarana untuk menanamkan rasa takut dan menjaga diri dari mengucapkan atau melakukan sesuatu yang berbeda dengan yang seharusnya (QS Al Ankabut:69). Ketika dalam hidup ini kita selalu menghadirkan perasaan bahwa kata-kata yang kita ucapkan, gerakan yang yang kita lakukan semuanya akan dihitung dan dicatat oleh Allah, maka hal itu akan membantu kita untuk selalu bersikap jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan kita.  

Kedua: menumbuhkan rasa malu berbuat kesalahan. Rasa malu ini akan menghalangi pemiliknya dari perilaku yang tidak baik menurut syariat, adat dan perasaan. Manusia pasti malu kalau diketahui sebagai pembohong. Abu Sufyan saja pada saat masih kafir, ketika ditanaya oleh raja Heraklius tentang nabi Muhammad saw., harus mengatakan dengan jujur dan sebenarnya, karena berbohong itu tidak baik dan bertentangan dengan adat istiadat mereka. Oleh karena itu, sebagai muslim seharusnya kita lebih memiliki sikap jujur dibandingkan dengan orang kafir.  

Ketiga: berteman dengan orang-orang yang jujur juga akan dapat membiasakan diri kita menjadi orang yang jujur pula. Karena itulah Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk selalu membersamai mereka (QS At Taubah:119). Marilah kita bersabahat dengan mereka, meniru perilaku mereka dan mengikuti jalan mereka, karena mereka telah memiliki kesetiaan dan kejujuran dalam kehidupannya.  

Keempat: menyebarkan sikap jujur dan membiasakannya di lingkungan tempat kita berada, utamanya di keluarga kita, dengan menanamkan kejujuran kepada anak-anak sejak dini sehingga mereka menjadi terbiasa untuk jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan mereka.Suatu ketika Abdullah bin ‘Amir dipanggil oleh ibunya, “Wahai Abdullah, ke sinilah, aku akan memberimu”. Saat kejadian itu Rasulullah saw. sedang berada di rumah Abdullah, dan beliaupun bertanya kepada ibunya, “Apa yang akan kamu berikan?”, kurma ya Rasulullah, jawab Ibu Abdullah. Kemudian Rasulullah berkata: “Jika kamu tidak memberinya kurma, maka berarti kamu telah berbohong”. Demikianlah nilai-nilai kejujuran yang harus ditanamkan pada anak-anak kita sejak dini, dan Rasulullah-pun memiliki perhatian yang sangat tinggi dalam maalah itu.  

Kelima: berdoa dan memohon kepada Allah untuk selalu menjadi orang-orang yang jujur. Karena beratnya sikap jujur, dan sulitnya kita dapat melakukannnya kecuali dengan pertolongan dari Allah swt., maka sikap yang paling baik dalam hal ini adalah kita memohon kepada Allah agar jujur itu menjadi perilaku dan kebiasaan kita. Sebagaimana doa yang diajarkan oleh Allah kepada nabi Muhammad dalam surat al Isra:80.  

Keenam: memahami dan mencamkan ancaman Allah buat orang-orang yang tidak jujur serta siksa yang akan diberikan oleh Allah kepada para pembohong. Banyak sekali ancaman Allah buat mereka sebagaimana yang banyak disebutkan dalam al Quran, diantaranya: akan memiliki wajah hitam (QS Az Zumar:60) dan akan mendiami neraka Jahannam yang memiliki berbagai macam siksaan.  

Semoga Allah swt. memudahkan kita untuk menjadi orang-orang yang jujur dengan selalu merasa diawasi oleh Allah, memiliki rasa malu berbuat salah, bersahabat dengan orang yang jujur, menanamkan kejujuran pada keluarga sejak dini, berdoa dan memahami ancaman Allah bagi orang-orang yang tidak jujur. Wallahu a’lam.

[email protected]

Facebook

SebelumnyaMUKMIN ITU JUJUR SesudahnyaAPABILA AKU TELAH JUJUR

Berita Lainnya

0 Komentar