2 Sifat Setan yang Mendekam di Hati Manusia – Islampos
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

2 Sifat Setan yang Mendekam di Hati Manusia – Islampos

Terbit 5 March 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Hadits / hati / manusia / setan / sifat / Takut / waswas
2 Sifat Setan yang Mendekam di Hati Manusia – Islampos


SETAN punya dua sifat yaitu khannas dan waswas. Apa itu?

Allah Ta’ala berfirman,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

“Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi.” (QS. An-Naas: 4)

BACA JUGA: 7 Amalan agar Terhindari dari Gangguan Setan

Asalnya waswas itu berarti gerakan atau suara yang samar sehingga kita menjaga diri darinya. Waswas adalah suatu godaan (gangguan) yang masuk dalam jiwa, bisa jadi dengan suara yang samar yang hanya didengar oleh orang yang digoda, bisa jadi pula tanpa suara seperti saat setan menggoda manusia. Waswas ini perbuatan yang terus terjadi berulang dan begitu dekat dengan yang menggoda. Misalnya, waswas itu terjadi karena begitu dekat dengan telinga manusia yang menggoda.

Sedangkan khannas adalah sifat dari setan yang sering bersembunyi ketika kita mengingat Allah (berdzikir kepada-Nya). Khannas dengan makna bersembunyi (ikhtifaa’) seperti dalam ayat,

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلْخُنَّسِ

“Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang.” (QS. At-Takwir: 15).

Al-khunnas adalah bintang. Bintang disebut dengan khunnas (artinya: bersembunyi) karena bintang itu tampak setelah bersembunyi (tidak terlihat).

Pendapat lainnya menyatakan bahwa al-khannas dan al-waswas sama-sama termasuk nama Iblis.

Dalam Al-Kalim Ath-Thayyib, Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan bahwa kita diperintahkan oleh Allah untuk berdzikir. Fungsi dzikir adalah seperti seseorang yang mengusir musuhnya dengan cepat. Sampai-sampai jika musuh itu datang pada benteng, ia akan terlindungi. Demikianlah fungsi dzikir bagi diri. Diri seseorang akan semakin terlindungi dari setan hanyalah dengan dzikir pada Allah.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Jika keutamaan dzikir hanyalah ini, tentu seorang hamba akan terus membasahi lisannya dengan dzikir pada Allah Ta’aladan terus teguh dengan dzikir tersebut. Karena yang dapat melindunginya dari musuh (yaitu setan, pen.) hanyalah dengan dzikir. Musuhnya pun baru bisa menyerang ketika ia lalai dari dzikir. Musuh tersebut baru akan menangkap dan memburunya ketika ia lalai dari dzikir. Namun, jika dirinya disibukkan dengan dzikir pada Allah, musuh tersebut akan bersembunyi, menjadi kerdil dan hina. Sampai-sampai ia seperti burung pipit atau seperti lalat (binatang kecil yang tak lagi menakutkan, pen.). Karenanya setan memiliki sifat waswasil khannas. Maksudnya, menggoda hati manusia ketika manusia itu lalai. Namun, ketika manusia mengingat Allah, setan mengerut (mengecil).” (Al-Wabil Ash-Shayyib, hlm. 83)

BACA JUGA: Jika Bukan karena Perlindungan Allah, Tak akan Ada Seorang pun yang Selamat dari Gangguan Setan

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Setan itu mendekam pada hati manusia. Jika ia luput dan lalai, setan menggodanya. Jika ia mengingat Allah, setan akan bersembunyi.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 13:469-470, Adh-Dhiya’ dalam Al-Mukhtar 10: 367 dengan sanad yang sahih).

SUMBER: RUMAYSHO



Source link

Sebelumnya10 Cara Sederhana Perbaiki Menu SesudahnyaKetika Kafir Quraisy Mengajak Rasulullah Bekerja Sama dalam Ibadah

Berita Lainnya

0 Komentar