11 Tujuan Diturunkannya QS Ar Rahman Menurut Al-Biqa'i
SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

11 Tujuan Diturunkannya QS Ar Rahman Menurut Al-Biqa’i

Terbit 7 March 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Al Biqa'i / Diturunkan / Hadits / Miracle of Quran / QS Ar Rahman / Tujuan


KALIMAT “Fa bi ayyi aalaa’i rabbikuma tukazziban” (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?) pastinya mengingatkan muslim pada sebuah ayat Alquran yakni QS Ar Rahman. Kalimat tersebut tak hanya disebut satu kali, melainkan 31 kali dalam surat tersebut.

Surat Ar-Rahman tidak serta-merta diturunkan tanpa tujuan. Surat dengan 78 ayat itu ternyata memiliki tujuan diturunkan. Hal ini diungkap Al-Biqa’i sebagaimana dikutip dari Islamweb.

Al-Biqa’i yang memiliki nama lengkap Ibrahim bin Umar bin Hasan ar-Ribat bin Ali bin Abi Bakar asy-Syafi’i al-Biqa’i adalah ahli tafsir pertama yang berhasil menemukan metode keserasian ayat demi ayat bahkan kata demi kata dalam Al-Qur’an. Dia lahir di Damaskus pada tahun 809 H atau 1406 Masehi dan meninggal di Damaskus pada tahun 885 H atau 1480 Masehi.

BACA JUGA: Makna Kasih Sayang dalam Ar Rahman dan Ar Rahim

Setidaknya ada 11 tujuan diturunkannya surat ke-55 ini menurut Al Biqa’i. Berikut kesebelas tujuan tersebut:

1. Surat tersebut menggambarkan tentang adanya kasih sayang dan mengajak setiap Muslim untuk senantiasa bersyukur.

2. Allah SWT ingin menunjukkan betapa pentingnya keberkahan yang datang dari agama Islam. Hal ini sebagaimana pendapat al-Zamakhsyari. Keberkahan tersebut di antaranya melalui Alquran, wahyu dan ajaran-ajaran Islam.

Allah SWT juga mengakhirkan penyebutan ciptaan manusia, lalu diikuti penjelasan mengenai apa yang membedakan manusia dengan hewan.

3. Untuk menunjukkan bahwa Allah SWT yang mengajarkan Alquran kepada Nabi Muhammad SAW. Ini untuk menanggapi klaim kaum musyrik yang menyebut bahwa manusialah yang mengajarkan Alquran dan menganggap Alquran adaah sihir, kata-kata pendeta atau puisi.

4. Untuk mengingatkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan alam semesta, termasuk keberkahan untuk umat manusia.

5. Untuk menyampaikan tentang adanya keadilan dan perintah supaya pemegang hak memenuhi haknya. Surat itu juga memberitahu, salah satu nikmat yang terpenting adalah nikmat ilmu dan nikmat bayaan. Surat Ar-Rahman juga menunjukkan bahwa ada balasan bagi orang jahat dan ada pahala dan berkah bagi orang yang bertakwa.

6. Untuk menunjukkan status orang beriman. Ada dua macam balasan untuk orang yang beriman. Pertama, diganjar surga yang paling tinggi, dan kedua, mendapat surga di bawahnya.

7. Untuk menyampaikan bahwa segala sesuatu di muka bumi ini akan binasa. Dan Allah Yang Mahakuasa adalah kemuliaan dan keagungan yang kekal.

BACA JUGA: Fakta Alam Semesta yang Diungkap QS Adz-Dzariyat Ayat 7

8. Untuk menunjukkan bahwa Allah SWT memiliki banyak urusan soal ciptaan-Nya setiap hari. Karena segala yang ada di Langit dan Bumi meminta apa yang mereka butuhkan.

9. Untuk menyampaikan bahwa Allah SWT akan mengganjar pahala bagi ciptaan-Nya pada Hari Penghakiman. Allah SWT berfirman:

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (QS Ar-Rahman: 33)

Sebagaimana ayat itu, maka jika ingin menghindari hukuman dan hari penghakiman itu, maka tembuslah tetapi ini tidak mungkin terjadi kecuali dengan kekuatan Allah SWT.

10. Untuk mengingatkan tentang dunia yang fana ini dan akan datang Hari Pembalasan dan hari dikumpulkannya semua makhluk untuk dihisab.

11. Untuk mengingatkan soal banyaknya keberkahan yang dilimpahkan oleh Allah SWT dan Allah SWT memberikan teguran bila ada makhluk yang menyangkal-Nya. Hal itu terwujud melalui firman Allah SWT yaitu:

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Nikmat mana lagi yang kau dustakan?” []

SUMBER: ISLAMWEB

 



Source link

SebelumnyaCabut Uban di Usia Muda, Tidak Boleh? SesudahnyaKetika Manusia Merasa Terpaksa Membayar Zakat – Islampos

Berita Lainnya

0 Komentar